Catatan Konsultasi ke SPOG (IV)

Sebelumnya dokter memintaku datang pada hari ke-14 menstruasi, tapi karena pada hari tersebut aku harus bekerja, maka aku datang pada hari ke-15. Tujuan konsultasi hari ini adalah untuk memprediksi hari suburku. Ketika di USG Trans-V, terlihat ada beberapa telur. Pada ovarium sebelah kiri terdapat 2 buah telur dengan diameter masing-masing 14 mm. Padahal untuk terjadinya ovulasi minimal telur berukuran 18 mm :(.

Continue reading “Catatan Konsultasi ke SPOG (IV)”

Catatan Konsultasi ke SPOG (III)

Sesuai petunjuk dokter T bahwa kami diminta datang kembali pada H-3/H-4/H-5 menstruasi pada siklus selanjutnya, maka aku kembali datang ke RS Bunda bersama suami. Kali ini kami membawa hasil test Toxoplasma dan hasil analisis sperma.

Continue reading “Catatan Konsultasi ke SPOG (III)”

Menjalani Test Anti-Toxoplasma

Seperti sudah diceritakan sebelumnya, dokter T menyarankan aku melakukan test ulang Toxoplasma. Hal ini untuk memastikan apakah aku sedang terpapar virus Toxo atau tidak. Tindakan ini disarankan dokter berdasarkan laporanku bahwa pada tahun 2007 aku pernah melakukan test TORCH  dan komponen Anti-Toxoplasma IgM-nya berada diambang batas antara positif dan negatif. Pada berkas test dituliskan bahwa jika nilai komponen IgM lebih kecil dari 0.65 artinya negatif. Nilai testku untuk komponen ini adalah 0.67.

Continue reading “Menjalani Test Anti-Toxoplasma”

Catatan Konsultasi ke SPOG (II)

Aku ingin cerita tentang kelanjutan usaha kami dalam mendapatkan buah hati.

Setelah melaksanakan HSG dengan hasil baik, maka beberapa hari kemudian aku konsultasi lagi ke dokter, bertepatan dengan hari ke-14 sejak haid hari pertama. Tujuan utama konsultasi pada hari itu tentunya untuk melaporkan hasil HSG. Aku senang masalah penyumbatan saluran tuba sudah bisa dieliminir sebagai penyebab infertilitas.

Continue reading “Catatan Konsultasi ke SPOG (II)”