Biaya Hidup di Jerman

Dear Sahabat,

Kali ini saya ingin share tentang biaya hidup di Jerman, khususnya di Dresden, untuk satu orang dengan jenis hunian Wohngemeinschaft (WG), yaitu sharing flat yang terdiri dari 3 kamar, berbagi kamar mandi dan dapur.

Komponen biaya hidup saya bagi menjadi:

  • Sewa apartemen
  • Asuransi kesehatan
  • Transportasi
  • Telpon/internet
  • Makanan dll

Sewa Apartemen

Ini komponen biaya yang paling mahal. Untuk share flat seperti saya (1 flat ada 3 kamar, sharing kamar mandi dan dapur) biaya sewanya sekitar 200 euro sebulan. Jenis tempat tinggal seperti ini di Jerman disebut Wohngemeinschaft (WG).

Kamar yang saya tempati sudah dilengkapi dengan tempat tidur single (lebarnya cuma 90cm), lemari pakaian 2 pintu, meja dan kursi kerja, meja dan kursi makan, serta rak buku. Ukuran kamarnya sendiri sekitar 16 m2 (lumayan besar dibanding rata-rata ukuran kamar di Indonesia). Dapurnya juga sudah dilengkapi kompor tanam, oven dan kulkas.

Harga sewanya yang sekitar 200 euro ini tergolong murah karena termasuk apartemen yang disubsidi pemerintah. Tidak perlu membayar tagihan listrik bulanan juga karena sudah termasuk di harga sewa.

Untuk flat sejenis yang tidak disubsidi pasti harganya akan lebih mahal lagi. Teman saya yang harus menyewa apartemen studio dan tidak disubsidi harus membayar sekitar 400 euro, plus harus membayar tagihan listrik dll.

Asuransi Kesehatan

Sekitar 80 euro sebulan, tergantung usia dan apa saja yang dicover oleh asuransinya.

Di Jerman ada 2 jenis asuransi, asuransi publik dan privat. Asuransi publik lebih murah dibanding asuransi privat, namun untuk mendapatkannya harus memenuhi persyaratan tertentu. Saya sendiri harus membeli asuransi privat.

Transportasi

Di Dresden, ada banyak jenis tiket, ada tiket 1 jam, harian, mingguan dan bulanan. Daftar lengkapnya bisa dilihat di sini. Tinggal pilih mana yang sesuai dengan kebutuhan kita. Misalkan kita perlu keluar rumah setiap hari, sebaiknya beli tiket bulanan saja, sekitar 60 euro (regular) atau cuma 50 euro jika berlangganan.

Untuk student malah lebih enak lagi, ada semester ticket yang berlaku 6 bulan dengan harga yang lebih murah. Untuk TU Dresden, harga semester ticket-nya sekitar 185 euro, hemat banget kan dibanding 6 x 50 euro 😉

Tiket ini berlaku untuk bus, tram dan kereta.

Telpon/Internet

Untuk pulsa handphone, saya menggunakan Vodafone CallYa, biayanya sekitar 10 euro sebulan. Saya juga langganan Wifi di apartemen sekitar 10 euro sebulan. Jadi total sekitar 20 euro.

Makanan

Nah, ini sangat tergantung kebiasaan makan masing-masing ya. Kalau rajin masak sendiri tentunya bisa lebih hemat, dibandingkan sering-sering makan di restoran. Sebagai gambaran, berikut ini kisaran harga makan di luar:

  • Doner kebab, sekitar 4 euro, untuk porsi yang buat wanita mungkin bisa untuk makan 2 kali 😀
  • Makan di resto sederhana sekitar 10 euro

OK, anggap saja saya menghabiskan 5 euro untuk makan siang setiap hari kerja, sehingga untuk satu bulan (dengan 20 hari kerja), saya menghabiskan 100 euro sebulan.

Saya lebih sering masak sendiri untuk sarapan dan makan malam, hanya makan siang makan di luar. Lebih sering minum tap water juga, jarang beli-beli minuman di luar sehingga lebih hemat.

Hmm, agak susah nih ngasih perkiraan biaya makanan. Yang jelas rata-rata saya menghabiskan 15 euro untuk sekali belanja ke Netto (kayak AlfaMidi) dan sekitar 10 euro di Saigon Minimarkt (sebuah toko Asia) setiap minggunya. Yang dibeli di Netto termasuk beras, roti, jus, susu, termasuk kebutuhan non-makanan lainnya seperti sabun mandi, deterjen, dll. Anggap saja saya habiskan 25 euro untuk belanja kebutuhan sehari-hari selama satu minggu, sehingga untuk satu bulan sekitar 100 euro.

Jadi untuk kebutuhan makanan dan lain-lain, sekitar 200 euro sebulan.

Jika dijumlahkan semuanya, biaya hidup saya di Dresden selama sebulan sekitar:

  • Sewa apartemen: 200
  • Asuransi kesehatan: 80
  • Transportasi: 50
  • Telpon/internet: 20
  • Makanan dll: 200

Total sekitar 550 euro.

Biaya bulanan ini belum termasuk biaya-biaya di awal, seperti kebutuhan membeli perlengkapan tidur (selimut, sprei), peralatan masak (panci, wajan, dll) atau peralatan makan (piring, gelas, dll). Biaya di awal akan lebih besar lagi jika apartemen yang kita sewa tidak full-furnished.

Semoga bermanfaat.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s