Tips Memilih Barang untuk Dibawa ke Jerman

Dear Sahabat,

Akhirnya saya sudah di Jerman sekarang, tepatnya di kota Dresden di musim winter. Saya akan di Dresden untuk sekian bulan dalam rangka tugas kantor. Berdasarkan pengalaman saya mempersiapkan barang-barang apa saja yang dibawa dan membandingkan kegunaannya setelah di Jerman, berikut ini adalah beberapa saran untuk Anda.

Saya akan membagi jenis barang menjadi sebagai berikut

  1. Persiapan pakaian winter
  2. Alat elektronik
  3. Makanan
  4. Obat-obatan
  5. Perawatan kulit
  6. Sabun-sabun dan detergen
  7. Sprei dan handuk
  8. Pembalut dan pantiliner

Persiapan pakaian winter

Tadinya saya berpikir bahwa harga perlengkapan winter di Jerman akan lebih mahal dibanding dibeli di Jakarta. Ternyata salah besar. Harga coat, sweater, kaos kaki, sarung tangan, kupluk, dll tersedia dengan harga bervariasi dan banyak yang murah meriah. Bahkan saya menemukan toko yang menjual sarung tangan dan kupluk wol dengan harga 1 euro saja (sekitar 16 rb). Untuk coat, yang lumayan bagus saya lihat ada yang harganya 40 euro (sekitar 650 rb), yang jika dibeli di toko Uniqlo atau H&M di Jkt bisa di atas 1 juta.

Jadi, saran saya cukup bawa 1 set pakaian winter untuk persiapan ketika baru sampai saja. Lumayan menghemat space koper kan?

Alat elektronik

Dari pengetahuan saya yang masih seumur jagung di sini, saya mendapat kesan harga perlengkapan elektronik sangat mahal. Saya sudah pergi ke dua toko elektronik di Dresden, Mediamarkt dan Saturn. Berikut in contoh barang yang menurut saya mahal:

  • Colokan extension tiga lubang saya beli dengan harga 2.9 euro (sekitar 48 ribu). Ini padahal sudah memilih yang paling murah dari semua yang di-display di toko.
  • Lampu kecil untuk tidur: 6 euro (hampir 100 rb)
  • Rice cooker ala Indonesia yang bisa untuk memasak dan menghangatkan di MediaMarkt cuma ada yang ukuran besar. Itu pun harganya yang paling murah waktu itu 40.9 euro (800-an ribu)
  • Setrikaan mahal juga di atas 30 euro
  • Wifi router. Di sini yang paling murah harganya 25 euro (sekitar 400rb), padahal saya cek di Bhineka.com, barang sejenis harganya cuma sekitar 290 rb. Saya butuh wifi router untuk di apartemen. Jaringan internet di setiap flat sudah tersedia dengan kabel LAN. Nah jika kita ingin nyaman berinternet ria dengan berbagai gadget kita perlu membeli sendiri Wifi router.

Nah, sebaiknya diusahakan membawa barang-barang ini dari Indonesia karena penghematan yang bisa dilakukan sangat signifikan.

Oh ya colokan di Jerman sama dengan di Indonesia (2 lubang). Yang berbeda adalah voltage-nya. Di Indonesia produk elekronik menggunakan 220 V, sedangkan di Jerman 230 V.

Makanan

Pasti Anda berpikir ingin membawa rendang atau dendeng kering? Memang ada beberapa blog yang bercerita bahwa mereka berhasil ‘menyelundupkannya’ ke Jerman, namun secara peraturan sebenarnya tidak diijinkan membawa produk daging ke Jerman. Silakan dibaca selengkapnya di sini. Summary-nya, dilarang membawa daging (dan olahannya), kentang, food supplement tertentu, susu dan dairy product serta telur. Untuk kita orang Indonesia, tentu yang relevan adalah daging dan kentang (tadinya saya mau bawa keripik kentang buatan Ibunda, terpaksa batal).

Harga bahan makanan yang merupakan makanan sehari-hari orang Jerman biasanya lebih murah dibanding harga di Jakarta, misalnya susu, kentang, yogurt, keju, dll. Yang mahal itu adalah kalau kita mencari bumbu masakan Asia, seperti jahe, bawang putih, santan (kayak santan kara, harga sekitar 20 rb untuk kemasan 250ml).

Di Dresden ada toko Asia bernama Saigon Minimarkt yang menjual Indomie, beras, bumbu-bumbu, daun bawang, santan kemasan, bumbu instant rendang, tahu, dll. Jadi jangan khawatir soal makanan. Sayuran di toko ini juga bervariasi.

Di sebelah toko Saigon ini ada toko yang menjual daging halal, baik daging ayam maupun daging sapi serta sosis. Harga daging ayam halal sekilo sekitar 4 euro (64 ribu).

Jadi, dari Indonesia jika ingin berhemat bawalah bumbu-bumbu masakan. Bumbu instant lebih baik. Sejauh ini saya sudah menemukan bawang putih, bawang merah (walaupun jenisnya agak beda dibanding yang biasa ada di Indonesia), jahe, dan cabe. Tapi belum menemukan ketumbar dan lengkuas. Kalau merica sih banyak banget yang jual karena orang Jerman doyan merica. Dan tentu saja kita tidak perlu membawa garam dan gula 😀

Untuk penggemar kopi atau teh sebaiknya bawalah secukupnya sisa jatah bagasi Anda, karena jenis teh dan kopi yang dijual di sini mungkin berbeda.

Obat-obatan

Saya membawa obat sakit kepala, obat diare, minyak Kayu Putih dan minyak tawon. Alhamdulillah sejauh ini saya masih sehat sehingga belum bisa cerita banyak tentang hal ini.

Perawatan Wajah dan Kulit

Sebelumnya saya sudah membaca bahwa banyak yang kulit mukanya bermasalah ketika ke negara yang sedang winter. Untuk ini saya menyiasatinya dengan membawa Creme 21 yang juga saya gunakan ketika umroh pada Januari tahun lalu. Alhamdulillah sejauh ini kulit muka saya masih aman 🙂

Untuk lip care, saya membawa beberapa lip care, ada Lip Butter dari The Body Shop (TBS), lip care Vaselin dan Nivea. Terlalu bersemangat membelinya, padahal di sini banyak sekali yang jual dengan harga yang hampir sama dengan di Jakarta. Beberapa hari pertama, saya menggunakannya jarang-jarang, sehingga bibir saya pun pecah2. Setelah rutin menggunakan setiap jam, alhamdulillah tidak pecah lagi 🙂

Untuk body lotion, saya membawa body lotion Vaseline dan body butter TBS. Agak kebanyakan juga bawanya, padahal di sini lebih bervariasi pilihannya. Bahkan sebaiknya beli di sini saja karena produk-produk perawatan kulitnya tentu sudah disesuaikan dengan iklim di sini.

Sabun-sabun dan detergen

Sama dengan perawatan kulit, tidak usah bawa sabun mandi, shampo atau detergen dalam volume atau berat yang makan jatah bagasi ya guys. Cukup bawa untuk persiapan hari pertama Anda di sana saja. Bahkan gak usah bawa kalau hari pertama langsung nginap di hotel

Sprei dan Handuk

Untuk sprei sangat tidak disarankan untuk dibawa karena ukuran tempat tidur di Jerman berbeda dengan ukuran di Indonesia. Ukuran bantal juga beda. Lagi pula harganya juga wajar (tidak mahal).

Untuk handuk yang volumenya besar juga gak perlu dibawa. Banyak handuk murah di sini 🙂

Pembalut dan Pantiliner

Tadinya sempat khawatir di Jerman cuma ada tampon. Ternyata pembalut dan pantiliner yang biasa digunakan wanita Indonesia juga ada, dengan harga yang wajar juga.

—-

Kesimpulan

Bawa pakaian secukupnya, demikian juga dengan produk perawatan kulit, sabun, atau pembalut.

Yang sangat penting diprioritaskan dibawa adalah alat elektronik terutama rice cooker dan bumbu masakan Indonesia yang berpotensi besar susah ditemui bahkan di toko Asia di sini.

Saya kemaren ini hanya dapat jatah bagasi 23 kg dari maskapai. Dari barang-barang yang saya bawa, beberapa seharusnya tidak perlu dibawa, seperti:

  • 1 set sprei
  • 1 selimut flanel IKEA
  • 2 buah coat tebal (harusnya cukup 1 saja)
  • 3 buah sweater (dengan suhu sekitar -2 sampai 5′ C ketika saya datang sebenarnya 3 lapis pakaian masih cukup: long john, pakaian luar dan coat)
  • beberapa lip care (cukup 1), body lotion 250 ml (cukup yang 60 ml atau kemasan paling kecil)

Barang yang sangat penting tapi tidak jadi saya bawa: rice cooker kecil *hiks*

Demikian semoga bermanfaat untuk Sahabat yang berencana ke Jerman (atau ke negara tetangganya yang mungkin punya kondisi yang mirip).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s