Pengalaman Membeli Kartu Prabayar di Jerman

Dear Sahabat,

Saya ingin berbagi pengalaman membeli kartu prabayar di Jerman, dalam hal ini dengan operator Vodafone. Ada beberapa hal yang berbeda dengan misalnya jika membeli kartu prabayar di Singapura atau Thailand.

Persamaannya tentu saja kita akan diminta menunjukkan paspor dan penjualnya akan mendaftarkan nomor kita.

Perbedaannya?

  • Kartu Vodafone ini akan aktif setelah kita menerima SMS dari operator. Masalahnya, aktifnya sangat lama. Jika biasanya kartu langsung aktif dan bisa kita gunakan untuk internetan, pengalaman saya dengan Vodafone harus menunggu hampir 2 hari *hiks*. Tadinya tidak tahu bakal selama itu, namun setelah kembali ke tokonya melaporkan bahwa nomornya belum aktif juga, dibilang bahwa saya harus menunggu 1 – 2 hari. Sangat lama bukan?
  • Interface aplikasi “Mein Vodafone” tidak ada pilihan bahasa Inggris. notifikasi SMS dari operator juga semua dalam bahasa Jerman. Selamat! Yang bisa saya lakukan adalah copy paste pesan SMS dan menterjemahkan dengan bantuan Google Translate 😉
  • Karena kendala bahasa, saya tidak mengerti mengapa saya harus bayar dimuka sebanyak 55 euro (hampir 900 rb, mahal buanget kan?). Saya membeli produk yang bernama CallYa Prepaid-FreiKarte. Kalau tidak salah mengerti sih biaya per-4 minggunya 9.99 euro (sekitar 160 rb), dengan jatah internet 1.25 GB (mahal banget sih jika dibandingkan dengan harga paket internet Telkomsel) dan menelpon 200 menit atau SMS 200 kali . Terus, saya lihat di aplikasi sisa saldo saya 40.01 EUR. Saya menduga, saya bisa menggunakan kartu ini selama 5 x 4 minggu = 20 minggu. Yang saya masih belum mengerti:
    • Bagaimana dengan minggu-minggu setelah minggu ke-20, apakah saya bisa top-up?
    • Kenapa penjualnya men-charge saya 55 EUR, bukan 50 EUR saja? (5 euro lumayan loo, 80 ribu)

Demikianlah. Saya akan tuliskan informasi tambahan seiring saya menggunakan kartu ini.

Kata teman saya sih, kartu Vodafone ini bisa digunakan di seluruh Eropa.

Update: Setelah mencari tahu di website-nya, ternyata untuk mengaktifkan kartu prabayar diperlukan otorisasi yang lebih strict, tidak sekedar memperlihatkan paspor kita ke penjual. Dinyatakan bahwa akan ada pegawai mereka yang menelpon kita dan mengajak videocall untuk memastikan wajah kita memang sama dengan foto di paspor. Ketat banget ya di Jerman?

Nah, masalahnya waktu itu saya tidak tahu tentang hal ini. Jadi ketika ada beberapa kali telepon dan si penelpon menggunakan bahasa Jerman, saya hanya mengatakan saya tidak bisa berbahasa Jerman dan komunikasi pun terputus. O alaah … ini ternyata penyebab kartu saya aktifnya sangat lama.

So, untuk kamu-kamu yang mau ke Jerman dan mau beli kartu SIM, ingat ya pengalaman saya ini.

Kabar baiknya adalah bandara di Jerman seperti halnya bandara di Singapura biasanya Free WiFi (yang saya tahu bandara Frankfurt dan Dresden). Jadi kita tetap bisa berkomunikasi dengan keluarga atau teman yang akan menjemput kita walaupun kita belum punya kartu SIM Jerman yang aktif. Jika memilih hotel, pilih jugalah yang ada Free-Wifi.

Kesimpulannya:

  • Biaya internet di Jerman muaahaal
  • Registrasinya strik, gak kayak di Singapura atau Thailand, apalagi Indonesia 😀

Semoga bermanfaat.

Advertisements

One thought on “Pengalaman Membeli Kartu Prabayar di Jerman

  1. Pingback: Tips Membeli SIM Card untuk Liburan di Eropa – Cerita untuk Sahabat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s