Seputar Pembayaran DP pada Proses KPR

Kali ini saya ingin membahas seputar pembayaran DP pada transaksi pembelian properti secara KPR. Sebelumnya pada tulisan lain saya sudah menceritakan mengenai proses secara umum KPR rumah second dan menjelaskan besaran uang tanda jadi dan DP pada tulisan ini. Masalah pembayaran DP ini menjadi critical karena merupakan transaksi dengan nilai besar antara person to person. Bukan antara seorang pembeli dengan lembaga berbadan hukum seperti bank.

Kapan kita membayar DP kepada penjual?

Kita membayar DP bisa kapan saja dalam periode waktu sejak kredit kita disetujui bank sampai pada hari H dilakukannya akad kredit di depan notaris.

Jadi jangan mau bayar DP padahal belum pasti kredit kita disetujui oleh bank. Ingat ya, uang tanda jadi beda dengan DP.

Pengalaman saya, saya membayar DP dalam 2 tahap:

  1. Tahap I: segera setelah KPR disetujui bank. Ternyata properti yang mau dijual oleh pihak penjual statusnya masih diagunkan karena dibeli secara KPR dan belum lunas. Sementara itu sang penjual tidak mempunyai dana untuk melunasinya. Pihak penjual meminta kami membayar sebagian DP yang akan mereka gunakan melunasi rumah yang akan mereka jual tersebut.
  2. Tahap II: pada hari H akad kredit di depan notaris. Misalkan dijadwalkan tanda tangan di depan notaris jam 9:00. Nah, setelah semua pihak hadir jam 8:00, kami pun sebagai pembeli men-transfer sisa DP ke penjual lewat internet banking. Setelah penjual mengkonfirmasi bahwa sisa DP sudah diterima, barulah “upacara” tanda tangan antara tiga pihak di depan notaris dilakukan, yaitu pihak penjual, pihak pembeli, dan pihak bank.

Seandainya properti yang akan kita beli statusnya bukan sedang diagunkan oleh penjual, tentunya kita cukup membayar DP sesaat sebelum akad kredit di depan notaris saja.

Resiko Pada Pembayaran DP

Bagian yang kritis adalah periode antara Tahap I dan Tahap II, yang waktu itu makan waktu sekitar 5 minggu. Mengapa sampai 5 minggu?

  • Penjual perlu memproses pelunasan KPR ke bank dimana dia berhutang. Ini makan waktu sekitar satu minggu. Bank pada tahap ini perlu menghitung ulang sisa hutang si penjual dan mungkin akan mengenakan denda pada kasus pelunasan dipercepat.
  • Penjual perlu mengambil surat-surat rumah yang asli seperti SHM, AJB, IMB asli ke kantor pusat bank. Tidak bisa buru-buru juga menjemput dokumen ini. Bank akan menjadwalkan kapan kita paling cepat bisa mengambil dokumen agunan kita. Dibutuhkan waktu sekitar satu minggu lagi.
  • Mengurus roya sertifikat. Apa itu roya bisa dibaca di sini. Sang penjual karena ingin berhemat (ini termasuk tanggungannya) tidak mau meminta notaris untuk mengurus. Jadilah dibutuhkan waktu semitar 2 minggu mengurus roya.
  • Setelah semua persyaratan yang diminta bank sudah diserahkan oleh penjual ke notaris (dalam hal ini semua dokumen asli dan pengurusan roya), barulah sekitar seminggu kemudian akhirnya akad kredit pun dilakukan. *pheu*

Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Namun, perlu saya tekankan bahwa ada resiko di sisi pembeli pada periode setelah pembayaran DP Tahap I. Bagaimana jika setelah penjual menerima uang DP dia memutuskan untuk kabur? Atau dia menggunakan uang tersebut untuk keperluan lain dan menunda melunasi rumahnya?

Oleh karena itu, transaksi sebesar ini harus dilengkapi dengan perjanjian hitam di atas putih di atas materai. Kalau perlu buatlah perjanjian di depan notaris. Waktu itu saya hanya membuat perjanjian di atas materai dengan saksi-saksi hanya pasangan masing-masing. Setelah kejadian ini berlalu, saya masih bergidik membayangkan kemungkinan terburuk jika pihak penjual berlaku curang. Apa yang bisa kami lakukan jika mereka kabur dengan uang DP yang ratusan juta tersebut?

Saran saya, gunakan jasa notaris, biayanya tanggung berdua. Penjual dan pembeli sama-sama membutuhkan agar transaksi jual-beli ini terjadi, bukan? Atau jika ke notaris dianggap berlebihan, minta tolonglah Pak RT/RW dimana objek properti ini berada sebagai saksi perjanjian pembayaran DP ini. Ya, tak apalah keluar uang lagi sedikit, dari pada Anda menjadi korban penipuan? Kalau penjual tidak mau, batalkan saja transaksinya.

Berikut ini issue-issue yang harus disepakati pada surat perjanjian pembayaran DP:

  1. Berapa lama waktu yang diberikan oleh pembeli ke penjual untuk mempersiapkan surat yang diminta bank (semua dokumen asli plus sertifikat asli sudah diroya)? Dari pengalaman saya di atas waktu satu bulan sudah cukup masuk akal.
  2. Bagaimana jika penjual tidak bisa memenuhi target pada poin (1)?  Tahapan ini sangat beresiko pada sisi pembeli. Pastikan Anda bisa menyepakati perjanjian yang win-win solution antara penjual dan pembeli.

Jika saya harus melakukan pembayaran DP lagi di kemudian hari, saya akan menganggap pembayaran DP ini sebagai transaksi pinjam meminjam antara penjual dan pembeli. Dan sebagaimana layaknya transaksi pinjam meminjam harus ada jaminannya. Jaminan BPKB mobil penjual misalnya?

Tahukah Anda bahwa kami waktu itu membuat surat yang “lemah” bin “lucu sekali”, dimana kami hanya menuliskan bahwa jika penjual tidak melengkapi surat yang diminta bank sampai waktu yang ditentukan, maka kami berhak mengontrak rumah yang akan dijual tersebut selama periode yang setara dengan nilai DP yang sudah kami bayarkan. Oh hello … bukankah saya maunya beli rumah, bukannya mau ngontrak rumah? Uang DP waktu itu disepakati dengan penjual setara dengan nilai kontrak rumah tersebut selama 6 tahun. Oh sungguh naifnya kami. Untunglah hal buruk tidak terjadi, Alhamdulillah 🙂 Ingin melihat suratnya? Lihat di sini.

Demikian, semoga bermanfaat.

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Seputar Pembayaran DP pada Proses KPR

  1. Pingback: Pengalaman Mengajukan KPR untuk Rumah Second – Cerita untuk Sahabat

  2. Pingback: Besaran Uang Tanda Jadi dan DP untuk KPR Rumah Second – Cerita untuk Sahabat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s