Umroh: Perjuangan Mencapai Raudhah

Dear Sahabat,

Di Masjid Nabawi, ada sebuah tempat yang istimewa, yang merupakan salah satu tempat yang mustajab untuk berdoa, namanya Raudhah, lengkapnya Raudhah-ul-jannah (Taman Surga). Jika di Masjidil Haram, orang akan berdesak-desakan demi mencium Hajar Aswad, maka di Masjid Nabawi, orang akan berdesak-desakan demi memasuki Raudhah.

Lokasi Raudhah

Raudhah adalah sebuah area yang tidak begitu luas di Masjid Nabawi yang berada di antara makam nabi dan dua sahabatnya Abu Bakar dan Umar bin Khattab dengan mimbar masjid (yang asli). Nabi dan dua sahabatnya di makamkan di sebuah kamar yang menjadi bagian rumah nabi, namun setelah perluasan masjid, area ini menjadi bagian dalam masjid.

Jika dilihat dari luar masjid, makam nabi ditandai dengan kubah berwarna hijau pada gambar di atas. Area ini berada di dekat mimbar. Pada gambar kedua diperlihatkan lokasi Raudhah, yaitu bagian segi empat berwarna hijau berukuran sekitar 15 x 22 m2. Area Raudhah ditandai dengan karpet berwarna hijau seperti pada gambar ketiga.

Gambar keempat diambil dari sini. Pada Gambar ke-4 diperlihatkan bagian lebih detail dari area Raudhah. Pada kotak H ada 3 kuburan.

  1. Makam Nabi Muhammad SAW
  2. Makam Abu Bakar Shiddieq
  3. Makam Umar bin Khattab

Kita tak akan bisa melihat makam tersebut, para jamaah wanita hanya melihat sebuah dinding. Saya sendiri karena kurang ilmu ketika ke sana, tidak menyadari bahwa sudah berada di Raudhah, sampai melihat banyak yang melakukan sholat dan teman kami memberitahu bahwa kami sudah sampai di Raudhah ditandai oleh karpet yang bercorak hijau (bukan hijau polos seperti yang saya bayangkan). Saya juga waktu itu tidak tahu dimana makam nabi, baru menjelang keluar menyadari bahwa di balik dinding itulah makam nabi berada.

Bagian D adalah mimbar masjid.

Waktu Kunjungan ke Raudhah bagi Wanita

Area Raudhah berada di area jamaah pria, sehingga untuk jamaah wanita ada waktu khusus untuk mengunjungi Raudhah, yaitu ada 3 kesempatan setiap harinya:

  • Setelah shalat Subuh
  • Setelah shalat Zhuhur
  • Setelah shalat Isya

Gambar pertama memperlihatkan jalur ke Raudhah bagi jamaah wanita. Perhatikan bahwa area wanita di Masjid Nabawi ada 2, di pojok kiri bawah dan kanan bawah. Untuk ke Raudhah, harus masuk dari pintu 25 atau 28. Selanjutnya memasuki daerah jamaah pria. Pada saat jadwal wanita ke Raudhah, akan dibuat batas-batas jalan sehingga tidak bercampur antara jamaah pria dan wanita. Jalan masuk tidak sama dengan jalan keluar untuk mencegah tabrakan.

Kesannya mudah jika melihat path tersebut. Tapi percayalah, perjalanan ke Raudhah penuh perjuangan. Area yang luasnya kurang dari 22 x 15 m2, diperebutkan oleh ribuan umat. Langkah demi langkah penuh perjuangan. Jika Anda tidak cukup fit, sebaiknya tidak mencoba ke sana karena dikhawatirkan pingsan.

Gambar kedua menunjukkan area menjelang ke area Raudhah. Pada gambar terkesan lengang, padahal ketika saya ke sana tidak sejengkal pun kosong oleh manusia.

Ketika kita sudah sampai di Raudhah disunatkan sholat hajad 2 rakaat. Untuk sholat di Raudhah sangat sulit, karena untuk berdiri lurus pun sulit. Untungnya kami ketika itu berombongan sehingga bisa membuat sedikit slot untuk 1 orang sholat, kemudian kami bergantian sholat di slot tersebut. Jangan kaget juga jika ketika Anda sedang sholat, ada yang melangkahi atau menginjak Anda. Suasananya memang jauh dari ketertiban 😦

Oh ya ketika ke sana tidak terpikir untuk foto-foto karena sibuk menyelamatkan diri. Foto-foto dan peta di atas sebagian besar saya ambil dari website ini.

Alhamdulillah NRA menyiapkan ustadzah untuk membimbing kami ke Raudhah. Ustadzah untuk jamaah wanita adalah ibu-ibu Indonesia yang bermukim di Saudi, mereka bisa bahasa Arab sehingga memudahkan ketika berdiskusi dengan Asykar dan orang lainnya dalam perjalanan ke Raudhah. Tidak jarang ustadzah kami harus memperingatkan jamah lain yang mencoba menyerobot jalan kami. Bukannya rasis ya, jamaah dari negara tertentu tidak mau antri dan suka menyerobot, kadang seenaknya duduk di depan kita sedangkan kita mau sujud. Ustadzah juga mengajarkan doa apa saja yang harus dibaca ketika akan memasuki Raudhah dan lain-lain hal yang sebaiknya memang kami kuasai sebelum berangkat umroh.

Berikut ini adalah link-link yang informatif terkait Raudhah.

Kesimpulannya: siapkan pengetahuan yang cukup sebelum berangkat umroh agar kehadiran kita di Madinah dan di Makah menjadi optimal.

Demikian, sedikit cerita tentang kunjungan ke Raudhah. Semoga bermanfaat.

Advertisements

One thought on “Umroh: Perjuangan Mencapai Raudhah

  1. Pingback: Pengalaman Umroh dengan NRA | Cerita untuk Sahabat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s