Advertisements
RSS

Pengalaman Umroh dengan NRA

24 Jan

Dear Sahabat,

Saya ingin menceritakan pengalaman umroh dengan NRA. Kami berangkat pada minggu kedua Januari 2017 dan memilih paket 9 hari. Ini adalah umroh pertama saya dan secara umum memuaskan.

Paket yang kami pilih mempunyai spesifikasi sbb:

  • Menggunakan maskapai Garuda Indonesia
  • Landing di Jeddah, kemudian dengan bus AC ke Madinah (sekitar 6 jam).
  • 2.5 hari di Medinah dan 3.5 hari di Makkah, plus 3 hari perjalanan pergi dan pulang
  • Hotel di Medinah adalah Hotel Al Haram (bintang 5)
  • Hotel di Makkah adalah Hotel Movenpick (bintang 5)

H-1: Manasik

NRA melaksanakan manasik (termasuk paket) 1 hari sebelum keberangkatan. Pada manasik ini ada pengarahan dari NRA dan ustad mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di tanah suci. Manasik ini berlangsung dari jam 12:00 – 16:00 dengan didahului makan siang prasmanan. Pada saat manasik ini, para peserta sudah harus membawa koper besar untuk dibagasikan, sehingga pada saat keberangkatan tinggal bawa koper kabin saja.

H1: Perjalanan Jakarta – Jeddah – Madinah

Keberangkatan

Kami diminta berkumpul di CGK sekitar jam 8:00. NRA mengharuskan jamaahnya menggunakan seragam batik, agar mudah dikenali pada saat keberangkatan. Passpor dan boarding pas dibagikan di bandara menjelang keberangkatan.

Garuda berangkat cukup on-time sekitar jam 12:00.  Perjalanan dengan Garuda selama lebih kurang 10 jam cukup nyaman. Pesawat diisi oleh para jamaah umroh dari berbagai travel dengan jamaah NRA sebagai mayoritas. Di pesawat kami diberi makan dua kali, satu jam setelah terbang dan dua jam menjelang mendarat.

Kedatangan di Bandara Jeddah

Kami sampai di bandara Jeddah sekitar magrib (waktu Saudi). Ada perbedaan waktu antara Jkt dan Arab Saudi selama 4 jam, dimana Jkt GMT+7, dan Arab Saudi GMT +3. Jadi jam 18:00 di Saudi setara dengan jam 22:00 di Jkt.  Alhamdulillah kami tidak harus lama mengantri pada bagian imigrasi seperti yang diceritakan orang lain yang harus mengantri sampai 6 jam.

Setelah melewati imigrasi, kami diminta pihak NRA untuk mengambil koper besar yang dibagasikan dan membawanya sampai ke bagian pemeriksaan bagasi (jaraknya sekitar 20 m saja). Setelah melewati pemeriksaan, orang NRA lah yang akan mengurus bagasi kami kembali sampai di hotel nanti.

Para jamaah kemudian diminta untuk melaksanakan shalat Magrib/Isya di musolla bandara sebelum akhirnya diberangkatkan dengan bus ke Madinah.

Tiga gambar di atas memperlihatkan suasana bandara Jeddah setelah kita keluar dari gedung bandara. Pada gambar 1 terlihat ada area terbuka yang dilengkapi kursi-kursi sederhana, tempat dimana jamah berkumpul untuk menunggu bus dll. Pada  gambar 2 terlihat musholla yang juga ‘sederhana’. Pada gambar ke-3 terlihat rombongan travel lain yang path umrohnya dari Jeddah langsung ke Makkah, tidak seperti kami yang ke Madinah dulu. Jadi, mereka sudah mengambil miqat di bandara Jeddah dan mengenakan pakaian ihram.

Perjalanan ke Madinah dengan Bus AC

Rombongan NRA cukup besar, kabarnya lebih dari 10 bus dimana satu bus saja terdiri dari sekitar 40 jamaah. Bus yang disediakan sangat bagus dan nyaman sehingga perjalanan selama 6 jam tidak terasa berat. Di bus dibagikan makan malam, padahal tadi di pesawat juga baru makan 🙂 Pada suatu tempat, bus berhenti untuk memberikan kesempatan pada jamaah untuk ke toilet. Sebenarnya di bus ini juga ada toilet, tapi cuma akan digunakan untuk situasi mendesak.

Pada saat ini juga diperkenalkan bahwa grup bis kami dibimbing oleh 2 ustadz, satu yang bersama kami dari Jkt dan satu ustadz lagi yang bermukim di Saudi.

H2: Hari Pertama di Madinah

Kami sampai di Hotel Al Haram di Madinah sekitar jam 12 malam (waktu Saudi, atau pukul 4:00 WIB). Kunci kamar segera dibagikan dan kami langsung menuju kamar masing-masing. NRA sungguh rapi kerjanya, koper besar kami sudah menunggu di depan kamar 🙂 Kami berencana untuk solat Subuh di Masjid Nabawi sekitar jam 5:00. Jadwal subuh di sana sekitar jam 6:00, namun kita diminta datang lebih awal agar bisa mendapatkan tempat di dalam masjid. Jadi cuma bisa istirahat sekitar 4 jam.

img_20170112_084135

Perjumpaan pertama dengan Masjid Nabawi

Setelah solat subuh, kami pulang ke hotel dan dijadwalkan makan pagi di hotel. NRA menjadwalkan makan 3x sehari di hotel, makan pagi setelah solat subuh, makan siang setelah solat zuhur, dan makan malam setelah solat isya. Makan 3 kali sehari ini bukan di restoran milik Hotel Al Haram, tapi di restoran yang berada di Lantai Dasar (saya lupa mencatat namanya). Makanan disajikan secara prasmanan, cukup enak dan sesuai dengan selera Indonesia. Tersedia juice, susu, roti dan selainya, puding (sekali sehari), dan buah (pisang, jeruk, atau apel). Alhamdulillah soal makanan aman terkendali 🙂

Agenda NRA untuk hari pertama di Madinah adalah pengenalan Masjid Nabawi, mengunjungi Raudhah dan Makam Al-Baqi. Jamaah pria dan wanita dipisah, dan dibimbing oleh ustad masing-masing. Oleh karena ustadz kami dua-duanya pria, untuk jamaah wanita didatangkan ustadzah (yang bermukim di sana). Jamaah wanita hanya sempat ke Raudhah, sedangkan jamaah pria ke Raudhah dan mengunjungi Makan Al-Baqi yang berada persis di sebelah kiri Masjid Nabawi.

Cerita lebih panjang tentang pengalaman mengunjungi Raudhah bisa dibaca di sini.

H3: Tour di Madinah

Agenda NRA untuk hari kedua di Madinah adalah mengunjungi Masjid Quba, Jabal Uhud dan kebun kurma. Di Masjid Quba kami melaksanakan shalat sunat. Di Jabal Uhud, rombongan kami memanjatkan doa untuk para syuhada. Kebun kurma? Tidak istimewa, hanya tempat belanja yang rate harganya lebih mahal dibanding Madinah. Sebaiknya cukup beli kurma saja di sini (yang diklaim paling asli), coklat, kacang dll sebaiknya di beli di kota saja.

Bus kami hanya melintas saja di Masjid Qiblatain (masjid 2 kiblat) dan Khandaq, ustadz menceritakan sejarah kedua tempat di bus tanpa memberi kesempatan turun karena mengejar Shalat Jumat di Masjid Nabawi.

Besoknya kami akan berangkat ke Makkah. Pihak NRA meminta semua jamaah menyiapkan koper besar dan meletakkannya di depan kamar masing-masing pada jam 22:00 untuk diangkut ke Makkah. Ba’da Ashar diadakan pengajian untuk persiapan pelaksanaan umroh besok hari, terutama untuk kaum pria yang belum terbiasa menggunakan kain ihram. Saya sendiri menggunakan waktu tersebut untuk packing.

H4: Persiapan dan Pelaksanaan Umroh

Para jamaah sudah diminta mengenakan pakaian ihram sejak dari hotel. Sebelum solat zuhur, kami diminta sudah check-out dari hotel, kemudian meletakkan koper kecil di bus yang sudah disediakan. Setelah solat Zuhur di Masjid Nabawi dan makan siang di hotel, sekitar jam 14:00 rombongan kami pun meninggalkan kota Madinah menuju Makkah. Diperkirakan memakan waktu sekitar 5-6 jam.

Kami berhenti di Masjid Bir Ali untuk mengambil miqat. Masjid ini cukup besar, dari luar terlihat seperti benteng. Di masjid ini kami diminta melaksanakan shalat sunat. Setelah semua berkumpul lagi di bus, ustadz membimbing kami membaca niat umroh.

Sekitar waktu Isya kami sampai di Komplek Clock Tower, khususnya Hotel Movenpick di Makkah. Setelah menerima pembagian kunci di lobby, kami langsung ke kamar untuk meletakkan tas tenteng dan alhamdulillah koper besar kami sudah menunggu di depan kamar. Kami diminta segera berkumpul di lobby hotel dan diantar ke lokasi makan malam di Food Court di Restoran Tasneem di Lantai P3.

Kami akan makan 2 kali sehari di restoran ini selama berada di Makkah, untuk makan siang dan makan malam. Sarapan pagi di restoran hotel. Pada gambar di bawah bisa dilihat perbedaan suasana makan di Restoran Tasneem dan restoran Hotel Movenpick 😉

Setelah makan malam (yang sudah lewat waktu Isya tersebut), rombongan kami langsung menuju ke Baitullah. Pengalaman yang mendebarkan karena kami akan segera melihat Masjidil Haram dan Ka’bah 🙂 Ustadz kami membagikan earpiece untuk memudahkan koordinasi dan bimbingan doa, kemudian kami diminta menjamak sholat Magrib dan Isya, setelah itu dibimbing menuju Ka’bah untuk melaksanakan tawaf.

Tawaf dan Sa’i dilakukan sekitar jam 22:00 dan selesai sekitar jam 24:00. Sungguh hari yang melelahkan namun juga penuh kesan yang tidak terlupakan. Umroh pertamaku 🙂 Maaf tidak ada foto selama pengerjaan tawaf dan sa’i karena kami cukup tegang dengan pengalaman pertama ini 😉

H5: Acara bebas

Walaupun baru selesai mengerjakan umroh pertama yang buat kami sangat melelahkan (terutama kaki yang sakit akibat efek sa’i), dengan semangat kami tetap berangkat shalat subuh ke Masjidil Haram pada jam 5:30. Agak telat sedikit karena masjid sudah penuh dan kami harus sholat di halaman masjid. Hari ini kami gunakan untuk istirahat dan sholat 5 waktu di Masjidil Haram.

H6: Tour di Makkah dan Umroh ke-2

Pagi-pagi sekitar jam 8:00 kami diminta berkumpul kembali di Lobby P11. Kali ini kami akan naik bus dan mengunjungi Jabal Tsur, Jabal Rahmah, Jabal Nur, melewati Mina dan Muzdalifah. Untuk Jabal Tsur, hanya diberi kesempatan untuk foto-foto dari kejauhan, untuk Jabal Rahmah berhenti cukup lama, tapi tidak disarankan juga untuk mendaki, untuk Mina, Muzdalidah dan Jabal Nur, kami hanya melintas saja sementara ustadz menceritakan sejarahnya.

Pada kesempatan ini kami juga mengambil miqat untuk umroh kedua di Masjid Ji’ronah. Baru sampai kembali di hotel sebelum Zuhur, sehingga diputuskan umroh kedua dilakukan setelah makan siang.

Setelah solat zuhur dan makan siang, rombongan kami berkumpul di Restoran Tasneem P3 dan bersama-sama menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan umroh ke-2 dibimbing oleh kedua ustadz. Kali ini kami melaksanakannya dengan lebih santai karena sudah berpengalaman 🙂

img_1786

H7: Acara bebas dan persiapan pulang

Hari ini boleh dibilang hari terakhir di Makkah, karena besok jam 8:00 kami sudah harus checkout dari hotel dan berangkat ke Jeddah.

Keluarga saya sempat melaksanakan thawaf sunnah menjelang shalat Zuhur secara mandiri tanpa dibimbing ustadz. Yah, karena hafalan minim, kami hanya membaca doa-doa sederhana saja. Oleh karena sudah menjelang waktu shalat, sudah banyak jamaah yang duduk di depan Ka’bah sehingga area thawaf menjadi lebih sempit.

Pihak NRA meminta kami menyiapkan koper besar yang akan dibagasikan di depan kamar pada jam 22:00. Acara packing kembali dilaksanakan, kali ini lebih sulit karena harus berjuang memasukkan oleh-oleh 🙂

H8: Mekkah ke Jeddah –> pulang ke Tanah Air

Jam 4:00 rombongan kami melaksanakan Tawaf Wada’ (tawaf perpisahan) di bimbing oleh ustad, dilanjutkan dengan solat subuh dan makan pagi. Jam 8:00 kami sudah berkumpul di lobby untuk persiapan berangkat ke Jeddah dengan bus AC. Sekitar jam 9:00 kami pun berangkat dan sudah sampai di kota Jeddah sekitar jam 10:00.

Dalam perjalanan ke Bandara Jeddah, kami singgah di:

  • Al Balad, tempat belanja, di sini berhenti selama 2 jam. Tulisan di blog ini menggambarkan dengan baik situasi di Balad.
  • Masjid Al Rahma Jeddah, yang terkenal di kalangan jamaah Indonesia sebagai Masjid Terapung, untuk melaksanakan solat Zuhur dan Ashar, sekitar jam 13:00 – 14:00. Berada di masjid ini berasa sedang di atas kapal karena terlihat pemandangan laut.
al-rahma-mosque-jeddah

Masjid Terapung (Sumber foto)

Sekitar jam 15:00, kami sudah sampai di Bandara Jeddah, melewati imigrasi kembali dan menunggu pesawat. Kami melaksanakan solat Magrib dan Isya di ruang tunggu yang sayangnya tidak ada fasilitas mushalla.

Pesawat kami agak terlambat. Seharusnya terbang jam 20:00, namun baru naik pesawat sekitar jam 21.

H9: Sampai di Jakarta

Siang sekitar jam 11:00 pesawat kami mendarat di CGK. Air zam-zam (5 liter) dibagikan NRA di tempat pengambilan bagasi.

Kesan untuk NRA

Alhamdulillah, seorang kerabat telah merekomendasikan NRA kepada kami. Sangat profesional, sehingga kami tidak mengalami pengalaman buruk seperti diceritakan di sini yang ditelantarkan travelnya. Semuanya berjalan sesuai rencana. Teman seperjalanan Alhamdulillah juga cooperative, berusaha mematuhi jadwal yang ditetapkan. Jika pun ada yang telat berkumpul, biasanya cuma 10 – 30 menit. Alhamdulillah.

Seandainya pihak NRA membaca postingan saya, berikut sedikit saran:

  • Sebaiknya tidak perlu mengunjungi Balad dan Masjid Terapung, waktunya bisa kami gunakan untuk bisa lebih lama 2-3 jam di Makkah. Toh jadwal checkout jam 12:00, kita tidak harus keluar jam 8:00 kan hanya demi mengejar kesempatan belanja 2 jam (!) di Balad (yang tidak murah) atau mengunjungi Masjid Terapung, yang sebenarnya cukup dilalui saja (tidak perlu berhenti 1 jam) karena tidak ada keutamaan sholat di sana, sholat Zuhur dan Ashar kan bisa dilakukan di Makkah atau di Bandara Jeddah.
  • Sebaiknya diberikan peta Masjid Nabawi dan peta Masjidil Haram, yang ada keterangan pintu masuk dan lokasi toiletnya.
  • Setiap grup dibuatkan grup WA, sehingga bisa berkomunikasi dengan mudah dengan para ustadz selama di tanah suci

Demikianlah ringkasan pengalamannya. Di lain tulisan akan saya ceritakan pengalaman tertentu secara lebih dalam, seperti tentang persiapan keperluan umroh, review kedua hotel di Madinah dan di Makkah, info sekitar shopping, dll.

Advertisements
 
10 Comments

Posted by on January 24, 2017 in seputar umroh, Uncategorized

 

Tags: , , , , , ,

10 responses to “Pengalaman Umroh dengan NRA

  1. Heri surosa

    March 26, 2017 at 11:01 pm

    Pengalaman umroh pertama ini sama persis dengan yang saya alami umroh pada tgl. 15 s/d 23 Maret 2017.
    Saya cukup puas dan terharu dengan pelayanan NRA .. Alhamdulillah semoga bisa dapat kembali lagi bersama keluarga untuk ibadah umroh .. amin

     
    • shizuka

      March 29, 2017 at 11:30 am

      Setuju Pak Heri, NRA memang recommended.

       
  2. Roswitha Jassin

    March 27, 2017 at 3:21 am

    Terimakasih atas post nya yg bermanfaat. saya jg in sya Allah akan umrah dgn nra travel 🙂

     
    • shizuka

      March 29, 2017 at 11:29 am

      Semoga lancar Bu perjalanan umrohnya. Amin.

       
  3. Hsya

    April 3, 2017 at 3:47 pm

    Salam kenal mba, boleh share kontak NRA travel kah? Terima kasih

     
  4. ditaamalia88@ymail.com

    April 13, 2017 at 2:54 pm

    saya biasa menggunakan travel lain. next mau pake travel ini. bagus sekali postingannya 🙂

     
  5. fir

    May 18, 2017 at 2:03 pm

    Alhamdulillah, ceritanya mirip sekali dengan pengalaman pertama saya berumroh dan kebetulan pakai nra juga, keberangkatan 28 feb – 8 Mar 17 cuaca masih sejuk (masa peralihan dr musim dingin ke panas)..
    servicenya memuaskan dengan harga dan standar yang diberikan… very good

     
  6. Nan Ain

    July 17, 2017 at 6:39 am

    Alhamdulillah sy jg pernah umroh dengan NRA yg saat itu JANUARI 2017 ada program kerja sama NRA dengan BSM, secara umum sangat memuaskan dan murah banget, jadi berdoa mudah2an ada kesempatan lagi seperti itu….

     
  7. Boy Taufik

    August 1, 2017 at 11:26 am

    Alhamdulillah.. Artikel yg sangat berguna sekali. Kebetulan In Shaa Allah kami akan melaksanakan umroh dgn travel yg sama. Terima kasih.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: