Advertisements
RSS

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Biaya Umroh

22 Aug

Dear Sahabat,

Saya sedang hunting travel untuk rencana umroh beberapa bulan ke depan. Nah, dari pengalaman bandingin harga dan paket yang ditawarkan, saya mendapatkan sedikit pencerahan mengapa ada travel yang bisa nawarin paket 17 juta saja sementara ada yang nawarin paket 40 juta. Ternyata semua ada alasannya saudara-saudara 🙂

Secara umum, faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain:

  1. Kelas maskapai penerbangan yang digunakan (Full Service vs. LCC)
  2. Jenis penerbangan: non-stop, direct atau connecting
  3. Di Saudi Arabia, ke Jeddah dulu atau Madinah
  4. Hotel yang digunakan (terutama hotel di Mekah)
  5. Makanan yang disediakan

Yuks kita bahas satu persatu.

1. Kelas Maskapai yang Digunakan

Sudah tahu dong bedanya full service airline sama Low Cost Carrier (LCC)? Kalau belum tahu baca ini dulu ya. Kalau di Indonesia, contoh full service airline ya Garuda Indonesia, sedangkan yang LCC seperti AirAsia dan Lion Air. Sudah tahu juga dong resikonya naik LCC?

Untuk umroh, maskapai full service yang sering digunakan biro travel adalah:

  • Garuda Indonesia – GA (5-star airline menurut Skytrax)
  • Qatar Airways – QR (5-star airline menurut Skytrax)
  • Saudi Arabian Airlines – SV (4-star menurut Skytrax)
  • Emirates – EK (4-star menurut Skytrax)
  • Turkish Airlines – TK (4-star menurut Skytrax)
  • Etihad Airways – EY (no rated by Skytrax)

Waaw, bangga banget ya sama Garuda, bisa ngalahin maskapai negara-negara Arab yang kaya minyak 🙂

Kalau yang LCC:

  • Lion Air
  • AirAsia
  • Flynas (LCC milik Saudi Arabia)

Jadi jika ada biro travel yang nawarin paket umroh di bawah 20 juta jangan keburu gelap mata dulu, tanya dan pastikan pake pesawat apa? Kalau ngaku pake Garuda? Sebaiknya Anda curiga. Namun kalo pake LCC ya wajar.

2. Jenis Penerbangan: Non-Stop, Direct atau Connecting

Untuk yang belum tahu beda ketiganya, silakan baca dulu di sini. Ringkasnya, yang non-stop berarti take-off dan landingnya cuma satu kali. Kalo yang direct, gak ganti pesawat, namun take-off dan landing bisa lebih dari satu kali. Misalnya pesawatnya dari Jakarta singgah dulu ke Singapore untuk ambil penumpang lain sebelum lanjut ke Jeddah atau Madinah. Nah, kalo yang connecting, berarti kudu ganti pesawat (transit).

Dari ketiganya, udah pasti yang paling enak yang non-stop. Lebih cepat sampainya dan tidak capek. Namun, semua ini tentu harus dibayar dengan harga yang sepadan juga. Kalau dari Jakarta biasanya yang nonstop ini cuma 2 maskapai saja, GA dan SV. Kalau QR, EK, EY, atau TK, walaupun mereka full service airline juga seperti GA, biasanya harus ada transit 1 kali di home-based mereka. Untuk QR, transit 1 kali di Hamad International Airport, Doha, Qatar. Untuk EK, transit 1 kali di Dubai International Airport, United Arab Emirates (UAE). Untuk EY, transit 1 kali di Abu Dhabi International Airport, UAE. Untuk TK, transit 1 kali di Istanbul, Turki. Nah, oleh biro travel keharusan transit 1 kali ini dijual dalam bentuk paket umroh plus. Misalnya umroh sekalian jalan-jalan ke Istanbul atau Dubai. Gak ada biaya tambahan untuk tiket pesawat, cuma biaya tambahan untuk jalan-jalan di sana, atau jika transitnya lebih dari 1 hari, biaya tambahan untuk hotel. Pinter ya mereka? Jadi pilih non-stop flight atau transit sambil jalan-jalan? 😉

Penerbangan transit, untuk sekali transitnya biasanya minimal 2 jam, kalo tidak beruntung bisa 8 jam 😦 Belum lagi kalau transitnya lebih dari satu kali. Ada yang transit sampai 2 kali? Ada … Saya menemukan sebuah biro umroh yang menawarkan paket JKT-Singapura-Mumbay-Jeddah, dimana transit di Mumbay selama 17-20 jam dan total perjalanan yang jika dengan non-stop flight hanya sekitar 9 jam, dengan paket ini menjadi 2 hari. Jika niatnya memang ingin jalan-jalan ke India, paket ini tentu sangat menarik. Lumayan 20 jam transit, Anda bisa jalan-jalan sebentar melihat kota Mumbay yang tersohor di kalangan pencinta Bollywood 🙂

Penerbangan transit ini akan menjadi lebih menyengsarakan jika:

  • Maskapai yang digunakan tidak melayani pengurusan bagasi ketika perpindahan pesawat. Jadi Anda harus urus pengambilan bagasi, kemudian check-in ulang di bandara transit.
  • Terjadi delay pada penerbangan sebelumnya, Anda mungkin ketinggalan pesawat selanjutnya. Baca term and condition si maskapai dengan teliti. Jangan sampai Anda gak jadi umroh atau harus beli tiket pesawat lagi.

So, pikirkan dengan matang resiko-resiko ini sebelum memutuskan umroh dengan paket transit apalagi jika transitnya lebih dari satu kali. Menurut saya, jika Anda masih muda (usia di bawah 45 tahun) tidak apa lah mengambil resiko ini jika ingin berhemat. Anda masih akan kuat bermalam di bandara 8 jam, mendorong koper Anda ke sana kemari. Namun bagaimana dengan orang tua di atas 60 tahun? Apakah kita tega?

3. Di Saudi Arabia, landing di Jeddah atau Madinah

Kalau yang ini sih menurut saya faktor yang tidak terlalu menentukan. Namun saya memperhatikan sebuah biro travel terkenal di Jakarta, membuat paket lebih murah untuk paket yang landing di Jeddah. Sedangkan untuk yang landing di Madinah, paket yang disediakan lebih mahal.

Biasanya paket umroh dengan landing di Jeddah, punya rute perjalanan sbb:

  • Dari Jeddah ke Madinah naik bis sekitar 6 jam
  • Dari Madinah ke Mekah naik bis sekitar 6 jam
  • Dari Mekah langsung ke Jeddah naik bus sekitar 2 jam (Jeddah lebih dekat ke Mekah dibanding Madinah, silakan cek di peta)

Jadi total perjalanan naik bus antarkota sekitar 14 jam.

Sedangkan paket umroh yang landing di Madinah, punya rute perjalaman sbb:

  • Dari Madinah ke Mekah naik bis sekitar 6 jam
  • Dari Mekah ke Jeddah naik bis sekitar 2 jam

Total naik bus antarkota sekitar 8 jam.

Ada juga paket umroh yang rutenya Jeddah – Mekah – Madinah – Jeddah.

4. Hotel yang Digunakan

Faktor hotel ini sangat mempengaruhi harga paket umroh. Terutama terkait hotel di Mekah. Semakin dekat jarak hotel ke Masjidil Haraam, maka makin mahal lah hotel tersebut.

Berikut ini daftar hotel termahal berdasarkan info paket umroh beberapa travel

Hotel Ring 1 (langsung berhadapan dengan halaman Masjidil Haram)

  • Hotel Hilton (5 star)
  • Hotel-hotel di Abraj Al Bait (komplek Clock Tower) yang mempunyai 7 tower, semuanya 5 star:
    • Fairmont hotel (di menara paling tinggi yang ada clock-nya). Hotel paling toplah 😉
    • Rotana (di Tower Marwa, bersama Tower Safa berada di bagian depan, view-nya langsung Baitullah)
    • Raffles Makkah Palace (di Tower Safa)
    • Zamzam Pullman (di Tower Zamzam, bersama Tower Hajar berada di deretan belakang, jadi view-nya ke Baitullah agak terhalang Tower Safa/Marwa)
    • Movenpick (di Tower Hajar)
    • Swissotel (di Tower Al Maqam), kalau dilihat dari foto sih view-nya ke Baitullah lebih baik dibanding Tower Zamzam dan Hajar, namun view sebagian lantainya terhalang oleh gedung Tower Al Safwah.
  • Hotel-hotel di Tower Al Safwah (semuanya 5-star), yang berada di sebelah kanan Tower Marwah-nya Abraj Al Bait, yaitu:
    • Al Safwah Royale Orchid Hotel, menempati bagian gedung yang paling dekat ke Ka’abah.
    • Al Safwah Tower Dar Al-Gufran Hotel, menempati bagian tengah menara
    • Hotel Royal Dar Al Eiman (5 star), paling belakang

Dari semua hotel di Ring 1, dari segi lokasi paling enak Hotel Al Safwah Royale Orchid. Keluar hotel langsung ketemu halaman Masjidil Haram *waaw*. Kalau hotel-hotel di Abraj Al Bait, dari lobby hotel pertama Anda harus ganti lift dulu menuju lantai 0 (nol), lalu berjalan melintasi mall yang super besar menuju pintu keluar. Barulah ketemu halaman masjid.

Hotel Ring 2 (jarak sekitar 600m)

  • Hotel Elaf Mashaer (5 star)
  • Hotel Elaf Kinda (5 star)

Jarak ke Masjidil Haram ini sangat krusial, karena tujuan kita umroh kan untuk beribadah di sana. Kalau bisa sholat 5 waktu dan tahajud di sana tanpa terputus. Nah, jika hotelnya jauh kan capek juga, apalagi untuk orang tua kita yang sudah berumur lebih dari 60 tahun.

5. Makanan yang Disediakan

Dibilang gak penting, sebenarnya penting juga loo… Gimana kalau gara-gara gak selera makan makanan Arab, terus Anda jadi tidak bertenaga dan sakit. Kacau kan ibadah umrohnya. Nah, jika perut Anda termasuk ‘rewel’ soal makanan, tidak ada salahnya memilih paket umroh yang menjanjikan akan menyediakan masakan Indonesia selama di sana 😉

Demikian Sahabat, udah gak heran kan kalo ada paket murah 17 juta, trus ada paket yang lebih dari 30 juta. Ada lo bahkan yang 50 juta *takjub* Yang muraah banget mungkin pake pesawat LCC, transitnya bisa 2 kali, trus hotelnya jauh dari Baitullah. Kalo yang mahal banget? Hotelnya pas depan gerbang Baitullah mestinya 😉 Disesuaikan saja dengan situasi dan kondisi kita.

Jadi faktor penentu harga paket umroh adalah pada penerbangan dan hotel di Mekah. Pastikan Anda menanyakan secara detil kepada biro travel yang menjual jasanya. Jangan puas dengan hanya info jenis pesawatnya, tanya juga transitnya berapa kali, apakah bagasi diurusi oleh travel atau oleh masing-masing peserta? Kalau di Mekah, nama hotelnya apa? Jangan mau dibilang hotel sekelas A, dst.

Semoga bermanfaat 🙂

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on August 22, 2016 in seputar umroh

 

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: