Advertisements
RSS

IVF: Tahap Ovum Pickup (OPU)

10 Mar

Melanjutkan cerita Tahap 1 IVF tentang stimulasi ovum, saya akan bercerita tentang pengalaman Ovum Pick Up (OPU). Sebelumnya telah diceritakan bahwa untuk melakukan OPU dilakukan beberapa persiapan layaknya persiapan operasi seperti:

  • test lab (gula darah, dll)
  • EKG
  • rontgen
  • konsultasi dengan dokter anastesi

Setelah konsultasi H12, suster akan memberikan pengarahan tentang persiapan OPU yang akan dilakukan H14 pagi hari jam 8:30.

Persiapan OPU

Suster memberikan dokumen berisi to-do-list yang harus dilakukan, antara lain:

  • Pada H12 malam agar melakukan suntikan Ovidrel, sekitar 2 jam setelah suntikan reguler (Cetrotide dan Gonal F). Suntikan untuk memecahkan telur Suntikan ini juga di bawah pusar.
  • Pada H13, agar memasukkan Dulcolax ke anus pada jam 17:00
  • Pada H14 jam 01:00, mulai puasa makan minum
  • Pada H14 (hari OPU) jam 5:00 memasukkan Flagistatin ke anus
  • Sudah sampai di Yasmin 1 jam sebelum OPU dimulai
  • Suami harus bersiap mengeluarkan sperma pada hari yang sama (artinya harus puasa 3 – 5 hari sebelumnya)

Dokter menyarankan kami untuk menginap di hotel sekitar RSCM Kencana menjelang OPU, untuk menghindari stress yang tidak perlu akibat terlambat dll pada hari H. Saran ini kami ikuti.

Selain itu pihak istri diminta tidak memakai make-up, perhiasan, dll pada hari OPU dan diwajibkan buang air kecil sebelum tindakan.

Pelaksanaan OPU

Kami datang tepat waktu di Yasmin. Saya diminta masuk ke ruang khusus, sementara suami saya menunggu di ruang tunggu. Saya diminta mengganti pakaian khusus, diminta melepas semua pakaian dalam. Kemudian suster memasangkan jarum di tangan kiri saya yang akan digunakan untuk memasukkan obat bius. Yup, saya akan dibius total. Singkat cerita ketika semua Tim Dokter sudah siap, saya dibawa ke ruang tindakan.

Tidak banyak yang bisa saya ceritakan karena begitu obat bius dipasang, saya langsung tidak sadar. Saya tidak ingat berapa lama prosesnya. Ketika terbangun, saya masih berada di ruangan yang sama dan suster mengatakan bahwa jumlah ovum yang diambil adalah 15 buah. Waaw banyak sekali. Tidak lama kemudian saya sudah bisa bangun dan diminta berjalan ke ruang ganti.

Setelah berganti pakaian, saya diminta sarapan pagi yang sudah mereka siapkan. Tidak lama saya lihat suami saya keluar dari sebuah ruangan dan ternyata beliau baru saja mengeluarkan sperma di sana. Kami pun makan berdua.

Setelah makan, suster memberikan seabreg obat untuk saya makan sampai menjelang tahap embryo transfer (ET). Obatnya antara lain:

  • Cygest Pessary 400mg, 2x sehari, dimasukkan ke vagina pagi setelah bangun tidur dan malam ketika akan tidur. Belakangan saya ketahui peranannya adalah penguat kandungan. Harga perkapsulnya 41 rb.
  • Progynova 2mg, 2 x 2 sehari
  • Medrol 4 mg, 2 x sehari
  • Duphaston, 2 kali sehari
  • Cefspan 100mg (antibiotik), 2 x sehari. Termasuk mahal, harga pertabletnya 25 rb.
  • Caberlin 0.25, 1 x sehari. Menurut apoteker obat ini berperan mengerem laju hormon yang sebelum ini dikebut produksinya. Harganya mahal, 5 buah Rp.615 ribu. Obat ini gak ada di Yasmin, harus dibeli terpisah di Apotek Megaria Pramuka.

Setelah itu saya dan suami diminta menunggu untuk mengetahui hasil analisis sperma. Akan diputuskan apakah sperma suami bisa digunakan untuk pembuahan untuk membentuk embrio di lab. Jika tidak lulus, mungkin ET-nya perlu ditunda.

Setelah dinyatakan sperma suami memenuhi syarat, kami diminta melakukan “closing sementara”. Sebelum OPU kan diminta membayar 30 juta sebagai DP, nah sekarang diminta mengambil kwitansi agar tahu berapa dana yang sudah terpakai.

Setelah menerima kuitansi agak speechless, nilai kuitansinya 27 jutaan, terdiri dari:

  • 25 juta:  paket bayi tabung (OPU + tindakan selanjutnya pemrosesan embrio dan ET)
  • 1.8 juta: obat-obatan, obat-obat di atas plus obat bius (Diprivan), Actaxon, alat suntik dll
  • 335 rb: sonde intra urine, saya belum tahu peranannya

Nah jadi yang termasuk di paket 25 juta sepertinya cuma sewa ruangan tindakan dan honor tenaga medisnya. Obat-obatan yang dibutuhkan pada tindakan tersebut harus Anda bayar lagi. Sisa DP sejauh ini ada 2.7 juta, saya berharap gak perlu nambah lagi *ngarep*

Pasca OPU

Mungkin karena habis dioperasi, walau operasi kecil, rasa perut kurang enak (kembung). Suster bahkan memberi warning, bahwa kemungkinan saya akan merasa sakit sehingga diminta menyiapkan obat pereda rasa nyeri.  Iya lah, tadi ovum-ovum saya diambil lewat vagina, sedikit banyak tentu ada luka. Mana jumlahnya banyak.Benar saja, pas di rumah saya menemukan ada flek yang ketika saya tanyakan ke suster dianggap wajar. Flek ini tetap muncul sampai hari ke-2. Badan saya rasanya gak enak, jd saya putuskan untuk istirahat seharian. Besoknya saya agak pusing (kepala berat), jadi saya kembali istirahat di rumah. Besoknya lagi baru normal kembali.

Oh ya pasca OPU saya juga diminta mengkonsumsi putih telur 6 buah sehari. Waaw, sesuatu yang agak susah saya jalani. Tujuannya kalau tidak salah untuk mencegah OHSS (Ovarium Hyper Stimulation Syndrome). Mungkin karena saya tadi menghasilkan 15 telur, tim medis khawatir saya mengalami OHSS tersebut.

Pada H16 sore hari kami dihubungi oleh Klinik Yasmin dan mereka mengabarkan bahwa ET akan dilakukan pada H18. Cerita tentang ET akan saya ceritakan pada kesempatan lain.

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on March 10, 2016 in TTC

 

Tags: , , ,

One response to “IVF: Tahap Ovum Pickup (OPU)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: