Advertisements
RSS

IVF: Tahap Stimulasi Ovum

09 Mar

Tahap ini dimulai pada H2/H3.

Konsultasi H2

Dokter memberikan resep sebagai berikut:

  • Untuk saya, diminta melakukan suntikan Gonal F 300 IU mulai dari H2-H6 (5 hari). Satu kali sehari.
  • Untuk suami diresepkan obat di luar paket, tujuannya agar kualitas sperma meningkat. Diresepkan tablet Seloxy AA 30 buah dan Profertil 50 mg 15 buah. harga obat total 480 rb. Keduanya dimakan 1xsehari.

Pelajaran yang penting pada tahap ini adalah pelajaran menyuntik diri sendiri. Ya, dokter mempersilakan kita untuk mendatangi klinik untuk disuntik. Namun, sebenarnya bisa juga dilakukan sendiri, karena suntikannya di bawah pusar, relatif aman tidak mengenai pembuluh darah. Bisa dibayangkan repotnya jika tiap hari kita harus pergi ke klinik, dan tentu biayanya jadi bertambah.

Suster dengan baik mengajarkan suami saya cara menyuntik  di bawah pusar. Selain itu diajarkan juga bagaimana mencampur bubuk Gonal F dengan cairannya. Jadi, satu kotak Gonal F 1050 IU tersebut bukan untuk satu kali suntik, saudara-saudara. Satu kotak itu menurut suster, akan menjadi 1200 IU. Nah dokter kan meminta saya disuntik 300 IU tiap hari, jadi setiap kali mau menyuntik, kita harus memindahkan 300 IU dari tabung/vialnya ke jarum suntik yang telah tersedia. Menurut suster, 1 kotak Gonal F tersebut biasanya bisa digunakan untuk 4x menyuntik dengan dosis 300 IU.

Perlu juga diingat bahwa obat suntik harus disimpan pada suhu rendah. Jadi di rumah harus diletakkan di kulkas (jangan ditaro di bagian freezer). Selama diperjalanan antara RS dan rumah, biasanya disertakan es batu (diberikan gratis oleh apotik). Saran saya belilah cooler box, agar obat yang mahal ini tidak sampai rusak selama di perjalanan.

Agak deg-degan awal suntik sendiri. Takut salah prosedur. Gawat dong kalo obatnya kebuang, secara harganya masya Allah 😀 Pengalaman saya, setelah suntikan kedua jadi lebih berani dan terampil. Suntikan Gonal F tidak terlalu menyakitkan, beda nanti dengan “rasa” suntikan yang lain.

Satu hal lagi, suntikan ini harus dilakukan pada jam yang sama setiap hari. Kelewat 1-2 jam kata suster masih OK.

Demikianlah, pada H7 kami diminta datang konsul kembali, dan sebelum ke dokter harus test lab FSH dan Estradiol. Berarti harus sampai di RS jam 8:00.

Konsultasi H7

Pagi-pagi saya sudah ke lab, kemudian menghabiskan waktu makan, browsing dll sampai akhirnya ketemu dokter. Dokter langsung memeriksa kondisi telur dengan USG transV, mencatat jumlah telur dan ukurannya. Sepertinya hasilnya kurang memuaskan, sehingga dokter memutuskan menambah suntikan lain yaitu Pergoveris. Oh nooo … kebayang penderitaan disuntik yang akan bertambah. Saya kurang tahu peranan Pergoveris ini, mungkin hampir sama dengan Gonal F. Obat ini di luar paket.

Untuk dua hari ke depan (H7 dan H8), saya diminta melakukan suntik:

  • Gonal F 225 IU (paket)
  • Pergoveris, @1.050 juta

Biaya yang dikeluarkan pada H7 ini adalah biaya lab 735 rb, Pergoveris 2.1 juta dan konsultasi dokter + USG + jasa RS 555 rb. Total sekitar 3.4 juta.

Suster mengajarkan cara menggabungkan cairan Gonal F dan Pergoveris, sehingga walaupun ada 2 suntikan, cuma perlu disuntik 1 kali di perut saya. Saya diminta datang lagi pada H9.

Konsultasi H9

Kali ini tidak ada agenda ke lab. Dokter kembali memeriksa perkembangan ovum melalui USG TransV. Dokter kembali mencatat kondisi telur-telur tersebut. Kali ini dokter menambah jenis suntikan untuk H9 dan H10 menjadi 3 macam:

  • Gonal F 225 IU (paket)
  • Cetroride 0.25 mg (paket)
  • Pergoveris (oh noo, 2.1 juta lagi berarti)

Ketika dokter menanyakan sisa Gonal F tinggal berapa, saya bilang tidak bawa dan saya perkirakan cukup untuk 1x suntikan lagi. Susternya heran, karena menurut mereka harusnya masih lebih banyak lagi. Gara-gara ini, dokter meresepkan saya Gonal F 3 x 75 IU biar suntikannya cukup. Harganya? 3 x 578 rb = 1.7 jutaan *nangis*. Ternyata belakangan saya tahu sebenarnya ini tidak perlu karena sisanya lebih banyak *tepok jidat*.

Konsultasi ini diakhiri dengan membayar obat suntik tambahan 3.8 juta dan biaya konsultasi dokter 555 rb, dengan total 4.4 juta.

Selanjutnya dokter meminta saya datang lagi H11. Saya juga diminta bersiap untuk OPU, diberikan pengantar EKG, radiologi dan pemeriksaan lab. EKG dan radiologi saya kerjakan hari itu juga dengan biaya total 446 ribu. Sedangkan pemeriksaan labnya harus dilakukan sebelum konsul dokter pada H11.

Konsultasi H11

Pagi-pagi saya datang ke lab. Pemeriksaannya banyak banget seperti mau dioperasi. Kebayang harganya pasti mahal *hiks 10x*

Saat konsultasi, dokter kembali mencatat perkembangan telur dan menyatakan bahwa OPU akan dijadwalkan pada H14. Kemudian dokter memberi resep untuk 1 hari saja (H11) karena H12 saya kembali diminta datang konsultasi untuk pemeriksaan terakhir sebelum OPU.

Kali ini diresepkan:

  • Pergoveris 1x (1.050 juta)
  • Gonal F 300 IU (paket)
  • Cetrotide (paket)

Kali ini saya bawa obat Gonal F-nya untuk memastikan tidak salah prediksi. Ternyata masih cukup kata suster, bahkan ada lebihnya 75 IU.

Biaya: lab 2.5 juta (tuh bener kan mahal saking banyak yang ditest), obat Pergoveris 1.050 juta, plus biaya konsul dan suntik 605 rb, total 4.168 juta *ngelap keringat*

Saya diminta datang lagi H12 dengan agenda konsul dengan SPOG dan dokter anastesi.

Konsultasi H12

Dokter melakukan pemeriksaan akhir untuk telur saya. Untuk hari ini diresepkan

  • Cetrotide (paket)
  • Ovidrel (paket)
  • Gonal F 75 IU (paket), kayaknya cuma buat ngabisin obatnya aja karena dosisnya sesuai dengan sisa obat yang ada
  • Dulcolax, dimasukkan ke anus malam sebelum OPU (H13)
  • Flagyl, dimasukkan ke anus pagi hari sebelum OPU (H14)

Biaya obat tambahan kali ini sangat melegakan, cuma 45 rb saja 😀

Setelah itu saya diminta menemui dokter anastesi.

Total biaya hari ini: 850 rb 🙂

Namun, sebelum pulang saya diminta melunasi sisa paket 45 juta. Jadi harus bayar 25 juta lagi. Namun karena obat-obatan untuk OPU tidak ditanggung, kita diminta deposit 30 juta.

Berita baiknya H13 tidak perlu ada acara suntikan lagi.

Berikut ini summary kebutuhan obat:

  • Gonal F: 5 x 300 + 2 x 225 + 2 x 225 + 1 x 300 + 1 x 75 IU = 2775 IU, 11 kali suntik (diambil dari obat paket plus tambahan 3 x 75 IU senilai 1.7 juta)
  • Cetrotide: 4 kali (berarti paket sisa 1, tapi sudah dinyatakan gak ada refund)
  • Ovidrel: 1 (paket)
  • Pergoveris: 5 kali, senilai 5.250 juta
  • Obat lain-lain (jarum suntik, kasa alkohol, Dulcolax), kayaknya cuma 100 rb.
  • Obat untuk suami sekitar 500 rb

Jadi saya menambah harga obat pada tahapan ini sekitar 7.5 juta. Untuk yang masih muda (di bawah 35 tahun) mungkin tidak memerlukan tambahan obat ini sehingga biaya bayi tabungnya menjadi lebih murah.

Total pengeluaran untuk Lab + EKG + Rontgen pada tahap ini: 3.7 juta

Total pengeluaran untuk konsultasi dokter SPOG + USG + suntik + dr anestesi: 2.5 juta.

Untuk biaya lab dan konsultasi, semua pasien saya kira tidak akan jauh berbeda besarannya. Secara total, pada tahapan ini saya menambah sekitar 13.7 juta di luar paket. Ditambah biaya pra-IVF 3.5 juta, di luar paket saya sudah mengeluarkan 17.2 juta. Biaya keseluruhan sampai menjelang OPU sudah mencapai 3.5 (Pra) + 20 (paket obat) + 13.7 (stim ovum) + 30 (DP OPU + ET) = 67.2 juta.

Demikianlah, tahap stimulasi ovum telah selesai. Saya akan ceritakan tahapan OPU pada kesempatan lain.

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on March 9, 2016 in TTC

 

Tags: , ,

One response to “IVF: Tahap Stimulasi Ovum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: