Advertisements
RSS

IVF: Persiapan Program Bayi Tabung

09 Mar

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus dilakukan sebelum program bayi tabung dimulai:

  1. Persiapan dana
  2. Persiapan mental jika gagal
  3. Jadwalkan cuti (untuk istri yang bekerja)
  4. Konsultasi ke dokter sebelum periode haidh
  5. Konsultasi penentuan pada haidh H2

1. Persiapan Dana

Seperti saya bahas di tulisan ini tentang biaya bayi tabung di Klinik Yasmin, kita tidak bisa menyiapkan dana hanya sebanyak yang diiklankan. Dari pengalaman saya, paling tidak harus sedia minimal 2 kali lipatnya. Atau lakukan survey tentang rata-rata biaya program ini. Intinya, jangan sampai di tengah program berjalan, kita sampai stress memikirkan dana yang tidak cukup untuk melanjutkan program.

Bahkan teman saya mengatakan, seandainya sukses hamil, sebaiknya bersiap untuk keadaan tidak terduga seperti keguguran, perlu diopname, atau bayi lahir prematur dan harus dirawat di incubator.

2. Persiapan mental jika gagal

Tingkat keberhasilan program bayi tabung tidak terlalu bagus. Menurut situs ini, success rate untuk usia calon ibu di bawah 35 tahun hanya 32.2%, artinya dari 3 orang yang ikut program, hanya 1 orang yang berhasil. Peluang ini semakin kecil untuk usia 40-42 yang hanya 13.6%. Pasangan suami istri harus siap mental kehilangan dana 60-100jt untuk program yang lebih besar kemungkinan gagal dibanding berhasilnya ini.

Dengan persiapan mental yang baik, siap kehilangan uang 100 juta tanpa hasil, Anda akan bisa mengikutinya dengan relatif santai. Tidak tegang atau bete setiap kali harus berhadapan dengan kasir. Pokoknya dengan ikut IVF, Anda lama-lama akan merasa uang 5 juta gak ada nilainya ๐Ÿ˜€

4. Pentingnya Mengatur Jadwal Cuti

Ada faktor non teknis yang lupa kami persiapkan sebelum memutuskan ikut program ini, yang mungkin perlu diketahui oleh teman-teman agar tidak mengalami kerepotan seperti yang saya alami. Sebaiknya sebelum mulai, Anda mengajukan cuti sekitar 3 minggu ke kantor. Jika tidak, akan pusing mengatur waktu. Nggak enak kan ijin terus menerus?

Pada fase stimulasi telur (H2 – H12), Anda akan sering datang ke rumah sakit. Jangan disangka bahwa Anda cukup menyediakan waktu 1 jam saja untuk konsultasi dengan dokter. Walau pun ketemu dokter hanya sekitar 10 menit, tapi prosesnya bisa seharian. Apalagi jika dokter Anda termasuk dokter sibuk, jadwal bisa berubah seketika. Entah tiba-tiba ada tindakan operasi, inseminasi, atau ada rapat. Awalnya disebutkan mulai praktek jam 10:00 bisa berubah menjadi jam 14:00 :P, itu pun diberi tahu setelah Anda duduk manis di ruang tunggu, bukan sehari sebelumnya. Saya berharap ke depannya masalah ini bisa diperbaiki oleh Klinik Yasmin.

Kadang sebelum ketemu dokter, paginya diminta ke lab dulu. Hasil lab ini keluar 3 – 4 jam selanjutnya. Misalkan dijadwalkan ketemu dokter jam 12:00, paling tidak Anda sudah nyampe di lab RSCM Kencana jam 8:00 untuk ambil darah. Nah diantara waktu tersebut, silakan membuat diri Anda sibuk. Kantor saya jauh dari Salemba, jadi saya ga mungkin ke kantor dulu, terpaksa bertapa di ruang tunggu.

Intinya, proses ini akan memakan banyak waktu produktif Anda. Lebih aman jika Anda bisa cuti sejak H2 tersebut.

Pengalaman saya, saya harus datang konsultasi pada H2, H7, H9, H11, dan H12 sebelum OPU (5 kali). Semuanya seharian. Kemudian pada saat OPU pada H14, saya juga tidak ke kantor 2 hari. Kemudian pas ET H18 dan pasca ET saya ijin cuti 2 minggu.

4. Konsultasi ke SPOG sebelum periode haidh mulai

Berdasarkan pengalaman inseminasi buatan beberapa tahun yang lalu, saya mengerti bahwa proses IVF ini akan dimulai ketika pihak istri mulai haidh. Oleh karena itu kami pun mengatur waktu untuk ke SPOG menjelang H1 saya datang.

Dokter meminta kami melakukan beberapa test sebelum memutuskan kami bisa ikut program IVF, yaitu:

  • Istri diminta periksa lab AMH Test (bisa dilakukan kapan saja)
  • Suami diminta melakukan test sperma
  • Istri diminta periksa lab Estradiol, LH, FSH dan Prolaktin pada H2/H3. Untuk prolaktin harus dilakukan pagi sebelum jam 10:00, sebelum konsul dengan dokter.

Ketiga hasil lab ini harus dibawa ketika konsul pada haidh H2/H3.

AMH Test

Test AMH (Anti-Mullerian Hormone) ini bertujuan untuk mengetahui apakah seorang wanita mempunyai cadangan sel telur yang cukup untuk bayi tabung. Pada bayi tabung calon ibu akan dibuat bertelur banyak (lebih dari 3), agar nanti meningkatkan peluang hamil.

Setiap Sabtu, Lab Patologi RSCM Kencana tutup sampai jam 14:00, padahal kami baru keluar dari ruang konsultasi dokter habis ashar. Kami disarankan ke Lab 24 jam yang ada di RSCM. Hasilnya dijanjikan keluar 4 atau 5 hari lagi.

Biaya test: 362.500.

Analisis Sperma di Klinik Yasmin

Untuk melakukan test ini, harus membuat janji terlebih dahulu. Jadi tidak boleh datang suka-suka. Seperti biasa, sebelum melakukan test ini, spermanya harus “ditabung” 3 – 5 hari sebelumnya.

Biaya test: 552.706

Sedikit catatan: tidak seperti tempat analisis sperma lainย  yang menyediakan tempat untuk “mandi”, di Klinik Yasmin menurut suami saya tidak disediakan.

Test LH, FSH, Estradiol dan Prolaktin

Perlu diingat bahwa pihak lab strict dalam hal test Prolaktin, dimana waktu ambil darahnya harus sebelum jam 10:00 pagi. Jika Anda terlambat, mereka menolak melakukan test. Alasannya, hormon prolaktin ini nilainya stabil di waktu pagi.ย  Jadi jangan datang terlambat ya ๐Ÿ™‚

Biaya keempat uji lab ini: 1.475.000.

5. Konsultasi Penentuan pada Haidh H2

Pada H1 saya langsung menelpon RSCM Kencana untuk membuat janji konsultasi dengan dokter pilihan saya untuk H2. Awalnya saya ditolak karena jumlah pasien beliau sudah memenuhi batas maksimum, namun saya jelaskan bahwa saya akan program bayi tabung dan saya harus konsultasi pada hari H2/H3 tersebut. Alhamdulillah diberi nomor ๐Ÿ™‚

Singkat cerita, setelah mempelajari hasil lab dan di USG, menurut dokter kami berdua lolos screening untuk mengikuti program bayi tabung. Program IVF pun segera dimulai pada hari itu juga. Dokter memilihkan IVF Short Protocol yang lamanya 4 minggu.

Sejauh ini, untuk persiapan program IVF biaya yang sudah dihabiskan adalah 3.5 juta, terdiri dari konsultasi dokter 2x 555 rb = 1.11 juta dan pemeriksaan lab 2.39 juta.

Demikian, semoga pengalaman ini berguna.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on March 9, 2016 in TTC

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: