Pelayanan Kursi Roda di Bandara

Dear Sahabat,

Adik saya yang berdomisili di Sumbar sedang sakit yang menyebabkan dia sulit berjalan. Terkait kebutuhan untuk berangkat ke Jakarta dengan pesawat untuk konsultasi kesehatan, kami pun mencari tahu di internet apakah maskapai bisa meminjamkan kursi roda untuk penumpang selama di bandara.

Dari hasil penelusuran didapatkan informasi bahwa layanan kursi roda disediakan oleh setiap maskapai. Layanan ini mencakup alat kursi roda plus petugas yang membantu mendorong kursi roda. Layanan ini gratis pada beberapa maskapai seperti Cathay Pacific dan ada juga yang dikenakan biaya tambahan (misalnya Lion Air).

Kali ini saya akan berbagi pengalaman terkait layanan kursi roda tersebut. Secara umum, tidak sulit mendapatkan layanan ini. Kita bisa memesan kursi roda ketika memesan tiket atau ketika check-in saja. Untuk biayanya, ketika kami menggunakan Batik Air dan Lion Air, ternyata tidak gratis, namun cukup murah. Di bandara Padang kena Rp.30.000 dan di Soekarno Hatta, Jakarta ditagih Lion sebanyak Rp.50.000. Berikut ini cerita detilnya.

Perjalanan Padang – Jakarta dengan Batik Air

Untuk keberangkatan dari Padang, tiket dibeli melalui Traveloka, tidak ada menu untuk memilih kursi roda. Dengan demikian kursi roda akan diurus ketika check-in.

Pada hari H, adik saya diantar suaminya. Berdasarkan cerita adik saya, ketika sedang antri check-in ada petugas yang bertanya apakah adik saya butuh kursi roda karena melihat kondisi adik saya yang sulit berdiri. Oleh petugas kemudian dibantu mencarikan kursi roda dan diajak ke suatu ruangan dimana di sana dibuatkan surat keterangan untuk bisa naik pesawat. Untuk layanan kursi roda, surat keterangan dan jasa seorang petugas yang membantu mendorong kursi dikenakan biaya Rp. 30.000. Saya tidak bisa bercerita secara rinci karena tidak sempat mewawancarai 🙂

Perjalanan Jakarta – Padang dengan Lion Air

Kemudian untuk kepulangan ke Padang, saya sendiri yang mengurusnya. Tiket dibeli langsung di website Lion Air dan ada pilihan untuk meminta kursi roda. Satu hari menjelang keberangkatan, saya menerima email dari Lion Air yang menginfokan bahwa:

  1. Kursi roda adalah layanan tambahan yang disediakan oleh maskapai pada saat keberangkatan dan kedatangan dengan menggunakan asset perusahaan
  2. Layanan tersebut disediakan untuk semua rute domestik dan internasional Lion Air-JT, Wings Air-IW dan Batik Air-ID.
  3.     a. Biaya layanan kursi roda rute domestik sebesar IDR 50.000

Demikianlah, pada hari H adik dan ibu saya pulang ke Padang dan saya ikut mengantar ke bandara. Adik dan ibu, saya minta menunggu di luar sementara saya check-in. Ketika check-in saya diminta untuk membayar biaya kursi roda sebesar Rp.50.000 ke loket khusus dan diberikan kwitansi. Setelah membayar, saya kembali ke loket check-in sebelumnya, diberikan boarding pass dan seorang petugas ditunjuk untuk menyiapkan kursi roda, yaitu Bapak R. Bapak ini sangat ramah dan teliti. Dia memeriksa boarding pass dan melihat nomor kursi untuk adik dan ibu saya adalah pada baris33 (di belakang dan akan menyulitkan gerakan adik saya). Bapak ini kemudian tanpa diminta mengurus pemindahan kursi menjadi ke baris 3. Alhamdulillah.

Selanjutnya saya dan Pak R keluar dari ruang check-in untuk menjemput ibu dan adik saya di luar. Saya kembali diminta masuk untuk menemani ibu dan adik untuk mengurus surat keterangan. Saya dan ibu masuk lewat jalur biasa, adik saya yang sekarang sudah duduk di kursi roda melewati jalur khusus bersama Pak R. Kami kemudian ke ruang pemeriksaan kesehatan dan dilayani oleh seorang tenaga medis, sebut saja Pak A. Pak A ini memeriksa tensi dan menanyakan kondisi adik saya. Setelah itu beliau membuat surat (entah apa nama suratnya). Ketika menyerahkan surat, Pak A meminta “biaya administrasi” sebesar 50rb. Tanpa kwitansi 😦

Setelah mendapatkan surat, saya pun berpamitan dengan ibu dan adik. Pak R kemudian membawa mereka ke ruang tunggu. Saya keluar dari daerah check-in melewati pintu kedatangan. Selanjutnya saya hanya bisa memantau perjalanan adik saya lewat telepon. Kata adik saya, Pak R mengantar sampai ke pesawat. Saat itu penerbangannya bahkan delay selama 1 jam, itu artinya Pak R harus ikut menunggu. Kemudian, ternyata lokasi pesawat jauh dari ruang tunggu sehingga penumpang harus naik bis. Pak R pun membantu adik saya bersama kursi rodanya naik bis. Pak R mengantar sampai adik saya duduk di pesawat. Bisa dibayangkan beratnya tugas Pak R. Saya sebelumnya sudah menitip pesan ke ibu saya agar memberi tips kepada Pak R.

Berdasarkan cerita ibu saya, sesampainya di Padang, di luar pesawat sudah menunggu petugas pelayanan kursi roda. Petugas ini mengantar adik dan ibu saya ke tempat pengambilan bagasi. Membantu mengambilkan bagasi dan mengantar sampai bertemu dengan keluarga saya yang menjemput. Tidak ada biaya lagi yang ditagihkan, namun ibu saya berinisiatif memberikan tips untuk petugas kursi roda.

Demikian, pengalaman kami menggunakan kursi roda di bandara. Semoga bermanfaat.

Advertisements

5 thoughts on “Pelayanan Kursi Roda di Bandara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s