Advertisements
RSS

Pengalaman Memilih Rumah Sakit untuk Operasi Kanker Payudara

04 Aug

Dear Sahabat,

Pada tulisan ini saya ingin menceritakan lebih rinci tentang bagaimana keluarga kami memilih rumah sakit untuk operasi kanker payudara adik kami Bunga (nama samaran). Jadi, setelah hasil biopsi dan USG keluar pada akhir Mei 2015 dan setelah mendengarkan pendapat dari beberapa orang dokter pada pertengahan Juni 2015, menjadi jelas bagi Bunga dan kami sekeluarga bahwa operasi ini tidak bisa dihindarkan. Bahkan tidak bisa ditunda terlalu lama.

Berikut ini adalah opsi-opsi pemilihan rumah sakit:

  1. RS Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi
  2. RS M. Jamil Padang
  3. RS pemerintah di Jakarta, seperti RSUD Pasar Rebo, RS Kanker Dharmais dan RSCM
  4. RS swasta di Jakarta
  5. RS swasta di Bukittinggi/Padang

Opsi 1. RSAM Bukittinggi

Plus: memang sudah berobat sebelumnya di sana dan sudah mendaftar operasi, dijamin BPJS

Minus: tidak jelas kapan akan dioperasi, katanya setelah lebaran (Agustus 2015).

Jadi opsi ini adalah opsi terakhir jika yang lain tidak memungkinkan.

Opsi 2. RS M. Jamil Padang

Plus: merupakan RS rujukan Sumbar dan bisa menggunakan BPJS.

Minus:

  • Berdasarkan info keluarga yang bekerja di RS tersebut, antrian operasinya juga sangat panjang dan lama
  • RSAM Bukittinggi tidak mau memberi rujukan, karena merasa mampu untuk menangani operasi Bunga

Opsi ini tidak dipilih karena buntu.

Opsi 3. Rumah Sakit Pemerintah di Jakarta

Bunga saat itu sedang di Jakarta, kami berpikir mungkin bisa langsung dioperasi di sini dengan fasilitas kesehatan yang kami yakini lebih baik. Pertama kami mempertimbangkan RSUD Pasar Rebo Jakarta Timur. Keluarga kami mempunyai pengalaman baik dengan RS ini. Walaupun hanya RS daerah, pelayanannya sangat baik, bagi peserta BPJS sekalipun. Namun setelah dicari tahu, ternyata RSUD Pasar Rebo tidak bisa menangani pasien kanker. Tidak ada dokter onkologi di sana. Mereka akan merujuk ke RS Kanker Dharmais jika ada kasus pasien kanker.

Opsi selanjutnya adalah operasi di RS Kanker Dharmais atau RSCM. Sama dengan masalah RSAM Bkt dan RS M. Jamil Padang, kedua rumah sakit ini pasiennya sangat banyak, tidak mungkin Bunga bisa dioperasi segera. Jadi, walaupun kami berhasil mengurus BPJS sehingga Bunga diijinkan berobat di Jakarta, tetap jadwal operasinya akan sangat lama.

Pada titik ini, kami mengerti bahwa sulit untuk mendapatkan pelayanan operasi segera dari RS pemerintah, apalagi jika RS tersebut adalah RS rujukan, baik rujukan daerah, apalagi rujukan nasional. Jika ingin operasi segera (dalam hitungan minggu), mau gak mau harus ke RS swasta.

Opsi 4. Rumah Sakit Swasta di Jakarta

Saya sempat menanyakan berapa biaya operasi kanker payudara di RS Hermina Jatinegara. Didapatkan perkiraan 24 juta. Sebenarnya di RS Hermina sudah ada sebagian dokter yang mau dibayar dengan BPJS, namun khusus untuk dokter onkologi, belum ada yang bisa dibayar dengan BPJS, jadi harus bayar mandiri.

Setelah dipikirkan lagi, jika Bunga dioperasi di Jakarta, akan menimbulkan stress yang banyak bagi semua pihak. Suami dan anak Bunga harus terbang ke Jakarta. Suaminya juga harus cuti panjang untuk merawat pasca operasi. Saya dan adik-adik lain di Jabodetabek semuanya mempunyai kesibukan masing-masing sehingga tidak bisa merawat pasca operasi. Orang tua kami juga harus diterbangkan ke Jakarta. Bunga lebih nyaman tinggal di rumah sendiri dalam masa pemulihan. Dengan semua pertimbangan ini, opsinya sudah mengerucut menjadi: RS Swasta di Sumbar.

Opsi 5. Rumah Sakit Swasta di Bukittinggi/Padang

Ada 2 rumah sakit yang menjadi incaran kami. Pertama adalah RS Yarsi Bukittinggi. Selain bahwa dr onkologi yang sejauh ini memeriksa Bunga juga praktik di RS ini yaitu dr. Ismeldi Syarief, rumah sakit ini dikenal cukup bagus pelayanannya. Dari rumah kami lokasinya juga relatif terjangkau. Namun biaya operasinya sangat mahal, dari salah satu saudara kami mendapatkan kabar bahwa biayanya bisa mencapai 32 juta. Waaw, bisa lebih mahal dari biaya di Jakarta.

RS lainnya yang diusulkan keluarga adalah RS Khusus Bedah Ropanasuri Padang. RS ini direkomendasikan karena dokternya yang ramah dan tidak terlalu mahal. Dokter onkologi yang direkomendasikan bernama dr. Daan Khambri.

Bunga dan suaminya akhirnya memutuskan memilih RS Ropanasuri, dengan alasan:

  • Bunga merasa cocok dengan dokternya. Dokternya sangat informatif dan mau menjelaskan panjang lebar prihal rencana operasi dan lain sebagainya.
  • Dokter Daan mau memberikan rekomendasi sedemikian kami bisa menggunaan BPJS untuk operasi Bunga di RS Swasta ini walaupun tanpa mendapatkan rujukan dari RSUD Padang Panjang, RS yang berwenang memberi rujukan. Jadi banyak hal administrasi yang bisa di-bypass dengan bantuan dokter Daan.
  • Rekomendasi dari keluarga bahwa dokternya baik dan rumah sakitnya pun bagus

Demikianlah, akhirnya pada Kamis, 25 Juni 2015, Bunga menjalani masektomi di RS Ropanasuri di Padang, hanya 2 hari pasca konsultasi pertama dengan dr Daan dan mendaftar operasi. Ekspres dan bisa ditanggung oleh BPJS. Bunga merupakan peserta BPJS Kelas 3, ketika di Ropanasuri menggunakan Kelas 2. Selama 3 hari dirawat hanya diminta membayar selisih kenaikan kelas sebesar 1 jutaan. Alhamdulillaah 🙂

Tentang RS-nya, berdasarkan info dari keluarga (saya tidak pulang), RS-nya relatif kecil dan sederhana, namun pelayanannya ramah dan baik. Bunga dan keluarga saya merasa puas dan merekomendasikan rumah sakit khusus bedah ini. Tentang dokternya, Dr Daan sangat recommended, kata Bunga. Dokter Daan benar-benar terkesan hanya mencari pahala. Bayangkan, sementara dokter onkologi di Jakarta tidak mau dibayar dengan BPJS, dokter ini bersedia. Bahkan ikut membantu kelancaran administrasinya karena menilai operasi ini sangat urgent (darurat).

Semoga cerita ini bermanfaat untuk para sahabat yang mengalami masalah serupa.

Advertisements
 
6 Comments

Posted by on August 4, 2015 in kesehatan, pelayanan umum

 

Tags: , , , , , , , ,

6 responses to “Pengalaman Memilih Rumah Sakit untuk Operasi Kanker Payudara

  1. siti masyrifah

    February 17, 2016 at 1:08 am

    yaallah 😢..kak itu jahitannya hilang gk kak bungaa?

     
    • shizuka

      February 17, 2016 at 8:45 am

      Dear Siti, Saya pernah dikasi lihat bekas jahitannya. Alhamdulillah dokternya bagus kerjanya. Jahitannya rapi dan kelihatan seperti garis tipis saja. Sama sekali tidak mengerikan seperti yang saya bayangkan sebelumnya.

       
  2. fauziah

    April 13, 2016 at 9:55 pm

    kak, boleh minta no hp nya? ada yg ingin saya tanya2. terimakasih

     
  3. Frutablend

    September 1, 2016 at 11:14 am

    Terima kasih info dan referensinya Mba, ini bisa sangat membantu bagi orang banyak,,

     
  4. Akiong plasma

    October 6, 2016 at 1:56 pm

    Wow.. saya terharu membacanya.. dokter yang sangat luar biasa. SEMOGA dokternya diberi kesehatan dan panjang umur…. Bahagia selalu.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: