Pengalaman Mengurus Surat Pindah dari Tangsel ke Depok

Dear Sahabat,

Kali ini saya ingin share pengalaman mengurus surat pindah dari Kota Tangerang Selatan (Banten) ke Kota Depok (Jawa Barat). Berhubung kedua kota berada pada 2 propinsi yang berbeda, maka kepindahan ini disebut sebagai kepindahan antar propinsi. Dari hasil browsing saya dapatkan bahwa ada 2 surat pindah yang harus didapatkan:

  1. Surat Keterangan Pindah WNI atau Surat Pindah Keluar yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan (Disduk) kota/kab asal
  2. Surat Keterangan Datang WNI atau Surat Pindah Datang yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan (Disduk) kota/kab tujuan.

Pengurusan Surat Pindah Keluar (SPK) dari Tangerang Selatan (Tangsel)

Saya sudah berdomisili di Depok selama 2 tahun, saya ingin memastikan proses yang cepat untuk pengurusan surat pindah di Tangsel. Pengurusan harus dilakukan di hari kerja dan itu artinya harus mengajukan cuti.

Adapun langkah-langkah mendapatkan SPK Tangsel adalah sbb:

1. Melengkapi persyaratan untuk SPK dari Tangsel.

Saya menemukan website Dinas Kependudukan Tangsel, namun sayangnya tidak menemukan informasi tentang syarat pembuatan SPK di sana. Informasi untuk Surat Pindah Datang (SPD) ada. Dari browsing blog rekan-rekan yang pernah mengurus SPK Tangsel saya dapatkan info bahwa kami harus menyiapkan dokumen berikut ini:

  • KTP asli dan foto copynya
  • KK asli dan fotocopynya
  • Pas foto berwarna 3×4 (saya lupa berapa buah per orang)
  • Alamat baru di Depok (lengkap dengan nama jalan, RT/RW dst)

2. Meminta Surat Pengantar dari RT/RW. Outputnya berupa sebuah surat yang ditandatangani RT dan RW.

Berhubung kami sering dipersulit oleh seorang oknum RT/RW, yang selanjutnya kami sebut Pak TM (Tokoh Masyarakat), maka kami memutuskan langsung bertanya ke Kantor Kelurahan. Kalau bertanya ke Pak TM, pasti tidak dijawab, dia akan langsung menawarkan “jasa”-nya. Sebenarnya tidak apa menggunakan jasanya selama dia mengerjakan dengan benar, artinya kami mendapatkan dokumen yang dibutuhkan. Sebelumnya, sudah beberapa kali dia mempermainkan kami dengan memberi dokumen ‘cacat’. Suatu kali dia menkondisikan sehingga kami terpaksa mengurus KTP dengan bantuannya. Hasilnya, KTP kami selesai, tapi tempat lahirnya bukan kota kelahiran yang seharusnya. Mau marah? Protes? Tidak bisa, beliau “jawara” di sana. Yang bisa dilakukan hanya menghindari berurusan dengannya.

Oleh Kelurahan, ternyata kami tetap diminta mengurus “Surat Pengantar RT/RW”, jadi syarat ini tidak bisa di by-pass. Kami kemudian mendatangi rumah Pak TM. Pak TM ini entah mengapa berusaha mengelak memberikan surat tersebut, ia malah mengajak kami untuk bersama-sama ke Kantor Kelurahan kembali. Aneh bukan? Saya menduga, dia tidak rela hanya terlibat dalam hal memberi Surat Pengantar RT/RW, dia mungkin ingin mengerjai kami lagi sedemikian sehingga dia mendapatkan uang jasa yang lumayan.

3. Meminta Surat Pengantar dari Kelurahan/Kecamatan. Outputnya berupa sebuah surat yang ditandatangani Lurah dan Camat.

Di Kantor Kelurahan, mungkin karena sudah melihat kami datang dengan Pak TM, pihak kelurahan kemudian menyerahkan Surat Pengantar Kelurahan/Kecamatan. Surat ini kemudian harus dibawa ke Kecamatan untuk ditandatangani juga oleh Pak Camat.

Pak TM tersebut tidak kunjung memberikan surat pengantarnya sampai surat dari lurah/camat ini selesai.

4. Meminta SPK dari Disduk Tangsel

Oleh karena kami berpikir bahwa kami sudah dapatkan surat dari kelurahan (dan berharap tidak dibutuhkan lagi surat pengantar RT/RW), maka kami pun pergi ke Kantor Disduk Tangsel di Cilenggang. Di Kantor Disduk, permohonan pindah kami ditolak karena tidak ada Surat Pengantar RT/RW.

Berikut ini daftar lengkap persyaratan Disduk Tangsel

  • Surat Pengantar RT/RW
  • Surat Pengantar Lurah/Camat
  • KTP asli dan fotocopy
  • KK asli dan fotocopy
  • Pas foto berwarna 3×4

Akhirnya kami menyerah, kami minta tolong kepada Pak TM itu untuk menguruskan Surat Pindah Keluar kami dari Tangsel. Tentu saja dengan imbalan uang 😛 Si Pak TM ini menjanjikan waktunya adalah 2 minggu.

Singkat cerita 2 minggu berlalu, kami pun kemudian mengontak Pak TM. Jawabnya, belum selesai. Setahu kami tidak butuh lama untuk mengurus surat ini. Teman saya bilang cuma seminggu 😦 Pada akhir minggu ketiga, dia mengabari bahwa surat tersebut sudah bisa diambil di rumahnya. Dia juga mengabarkan bahwa KTP kami sudah dicabut oleh Disduk Tangsel. Kami pun di akhir minggu berangkat dari Depok ke Tangsel untuk menjemput SPK tersebut. Kami sangat lega ketika menerima surat pindah itu, berharap kami tidak pernah lagi berurusan dengan oknum tersebut pada sisa hidup kami 😛

Pengurusan Surat Pindah Datang (SPD) di Depok

Kami menemukan persyaratan untuk mengurus SPD di Depok dari website Disduk Kota Depok. Persyaratannya sedikit saja, yaitu:

  1. Surat Pindah Keluar dari tempat asal dan foto copynya
  2. Menyerahkan e-KTP asli

Alhamdulillah tidak ada syarat SKCK dari daerah asal seperti saya temukan pada syarat membuat SPD Tangsel 🙂

Syarat pertama sudah ada di tangan, tapi syarat kedua? KTP asli kami kan sudah diserahkan ke Pak TM dan katanya KTP itu sudah ditarik oleh Disduk Tangsel. Saya jadi gusar sekali. Staf Disduk Depok bahkan memperlihatkan tumpukan e-KTP Tangsel yang mereka kumpulkan dari pendaftar lainnya. Saya jadi curiga jangan-jangan kami ‘dikerjai’ lagi oleh Pak TM. Oh tidaaak. Saya kemudian menelpon Pak TM dan menceritakan bahwa Disduk Depok ternyata meminta KTP Tangsel. Jawabnya, akan diurus oleh dia dua tiga hari lagi ke Disduk Tangsel untuk meminta kembali KTP tersebut. Aneh sekali bukan? Jika memang Disduk Tangsel mencabut KTP tersebut, harusnya si Bapak menjawab bahwa memang demikianlah prosedur di Tangsel dan tidak ada yang bisa kami lakukan kecuali meminta surat keterangan dari Disduk Tangsel bahwa benar mereka sudah menariknya. Namun si Bapak ini malah menawarkan proyek baru, “Proyek meminta kembali KTP asli dari Disduk”. Mana ada prosedur demikian? Saya jadi curiga bahwa dia menyembunyikan KTP kami.

Saya kemudian duduk dan menenangkan diri dari rasa marah karena merasa dipermainkan oleh Pak TM. Saya kemudian bertanya kembali ke staf Disduk Depok, menjelaskan ulang bahwa SPK Tangsel saya diurus oleh seseorang dan orang tersebut mengatakan bahwa e-KTP kami sudah dicabut/ditarik oleh Disduk Tangsel. Staf tersebut mengatakan bahwa saya harus meminta surat keterangan dari Disduk Tangsel bahwa mereka sudah menariknya. Itu artinya kami harus ke Tangsel lagi? Minta cuti lagi? Iya kalau KTP kami memang ada di kantor itu, masalah bisa dibereskan tanpa harus melibatkan Pak TM lagi. Namun bagaimana jika sebenarnya KTP kami diumpetin sama Pak TM? Bagaimana kami harus menghadapi “jawara” ini?

Saya duduk kembali memikirkan jalan keluar yang lain. Kemudian saya datangi lagi staf Disduk Depok dan bertanya, bagaimana jika e-KTP saya dihilangkan oleh orang yang mengurus surat pindah saya di Tangsel? Kata staf tersebut, silakan urus surat keterangan hilang KTP dari polisi. Yessss. Saya merasa mendapat ide cemerlang. Adalah njelimet untuk mendapatkan KTP kami kembali, semua skenario berujung bahwa kami harus berurusan dengan Pak TM. Saya putuskan saya akan minta surat kehilangan KTP dari kepolisian saja. Saya pun kemudian bergegas ke Kantor Polres yang berada di seberang Kantor Walikota Depok.  Dalam waktu singkat, surat keterangan polisi pun saya dapatkan 😉 Terima kasih atas pelayanan yang cepat dan gratis, Pak Polisi 🙂 Tiga puluh menit sebelum kantor Disduk Depok tutup, saya sudah berada di sana kembali. Saya segera mensubmit dokumen dan cuma menunggu 20 menit, saya sudah mendapatkan Surat Pindah Datang di Kota Depok. Alhamdulillah 🙂

Selanjutnya, kami diminta ke Kantor Kelurahan untuk membuat KTP. Selain Surat Pindah Datang, kami harus membawa Surat Keterangan RT/RW di alamat baru kami. Ohya di Disduk Depok, stafnya meminta uang seikhlasnya, padahal tertulis GRATIS 😉

Mengurus KTP dan KK baru di Kelurahan

Berdasarkan info di link ini , berikut cara mengurus KTP dan KK baru:

Untuk Warga pindahan jika ingin menjadi Warga Depok dan memiliki KTP dan KK langkah yang harus dilakukan :

  1. Mengurus surat kepindahan ke Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dimana tinggal
  2. Mengurus Kedatangan di Kota Depok dengan Melaporkan Kedatangan Ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Kota Depok dengan membawa rekomendasi pindah yang di fotocopy rangkap 2.
  3. Untuk Mengurus KTP dan KK Kota Depok hal yang harus dilakukan sebagai berikut :
  • Meminta Pengantar RT dan RW di daerah yang akan di tempati
  • Melampirkan pengantar RT dan RW tersebut dengan buku nikah, pas foto Uk 2×3 sebanyak 2 buah (jika lahir di tahun genap maka latar belakang foto berwarna biru jika di lahir di tahun ganjil maka berwana merah), jika Suami/istri sudah beralamat dikota Depok maka lampirkan KK asli Suami/istridanrekomendasi kedatangan yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Depok dilampirkan juga.
  • Membawa berkas-berkas tersebut di atas ke kelurahan setempat
  • Maka KTP dan KK akan di proses di Kelurahan.

Untuk e-KTP yang sudah dikeluarkan oleh DKI akan di tarik di Kota Depok dan di di buatkan KTP biasa, sehubungan pencetakan KTP Elektronik masih dilakukan oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini wewenang ada di Kementrian dalam negeri, dan belum dilimpahkan ke Daerah.

Untuk pencetakan dari KTP biasa menjadi KTP Elektronik kembali, saat ini belum bisa, sampai Kewenangan mencetak KTP elektronik oleh Daerah Masing-masing.

Untuk NIK yang tertera di e-KTP DKI akan sama dengan NIK yang tertera pada KTP Kota Depok, sehingga Bapak/Ibu tidak perlu ragu untuk mengurus KTP dan KK di Kota Depok. Karena NIK tersebut sudah merupakan Nomor Induk Kependudukan Nasional yang tidak akan berubah walaupun Bapak.Ibu pindah kemanapun.

Best Regard’s

Disdukcapil Kota Depok

Berikut ini adalah pengalaman saya mendapatkan KTP Depok setelah mendapatkan surat dari Disduk Depok:

Saya datang ke Kantor Kelurahan pagi-pagi sekali jam 8:30. Saya sudah menyiapkan dokumen berikut ini:

  • Surat Pindah Datang dari Disduk Depok
  • Surat Keterangan RT/RW baru
  • Fotocopy akta kelahiran, surat nikah dan ijazah terakhir (saya gak tahu diminta atau tidak, yang penting semua saya bawa)
  • Foto 2×3 secukupnya (sesuai saran di atas, ternyata yang diminta cuma 3 lembar per orang)

Alhamdulillah, setelah semua berkas saya serahkan pada staf kelurahan, 10 menit kemudian KTP sudah ditangan. Hebat! Bravo untuk Ibu Staf Kelurahan 🙂

KTP yang saya terima masih berupa kertas, bukan berupa e-KTP. Katanya nanti dikabari jika sudah ada e-KTP-nya. Untuk KK bisa diambil 2 minggu kemudian. Pelayanan ini GRATIS. Staf kelurahan sama sekali tidak minta uang.

Demikianlah pengalaman saya, jadi kesimpulan saya:

  • Pengurusan surat pindah keluar di Tangsel *mungkin* bagus jika tidak ada oknum seperti Pak TM.
  • Pengurusan surat pindah di Disduk Depok mudah, bisa ditunggu hari itu juga. Pelayanannya juga bagus.
  • Pengurusan KTP di Kelurahan di Depok juga sudah bagus.

Semoga birokrasi di Indonesia semakin bagus pelayanannya. Aamiinn.

Advertisements

11 thoughts on “Pengalaman Mengurus Surat Pindah dari Tangsel ke Depok

  1. laporin aja tuh oknum yang kayak gitu.tapi memang “ngurus”apa apa di tangerang pasti pake bayar.padahal gratis,minimal kalo memang minta uang “jajan”dia kan bisa bilang seikhlas nya aja.emank dasar mata duitan.
    tapi ngomong2 harus nya gak usah pake inisial tuh,biarin aja orang pada tau namanya.kalau perlu kamu pasang fotonya,biar kapok…hahaha
    tq ya buat infonya….

  2. Tora

    Trimakasih infonya,, sy jg pindah dari tangsel ke kabupaten tangerang
    Dokumen yg diperlukan di disdukcapil tangsel bulan Des 2015 kmren:
    Surat Pengantar RT/RW
    Surat Pengantar Lurah/Camat
    KTP asli dan fotocopy
    KK asli dan fotocopy

    Setelah dapat SPK dari tangsel dan e-ktp tangsel belum ditarik disana.sy buat surat pngntar RT/RW di tmpt tujuan dan mendatangi kelurahan,ternyata diminta ke kantor disdukcapil kab tangerang dulu setelah itu ke kelurahan. Apakah persyaratan disdukcapil sama seperti di kota depok ?

  3. wanto

    Pak saya mau tanyak apa ngurus surat pindah itu bayar, soalnya saya ngurus surat pindah di minta Rp80000,00
    Udah 1 minggu kok gak siap juga padahal udah saya bayar…

  4. Theressya

    Ass wr wb….
    Saya warga Tangsel baru hari ini saya urus pindah ke propinsi jateng…Pengalaman teman saya urus surat itu lgsg jadi hari itu juga ini kenapa pas saya urus jd berubah 7 hari kerja…Mana profesional kerja nya….Semua syarat sudah lengkap Dr KTP smpe akte juga foto….Msh kurang lg ajj…Tolong ya pihak Capil bisa lebih memaksimalkan waktu berhubung skrg aku sdh pindah jauh ke jateng…..Kesana pun harus mengeluarkan biaya lagi coba tolong di pikirkan untuk lebih baik lagi nanti nya Mksh..
    Wss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s