Masalah Parkir dan Tagihannya di Margonda Residence II Depok

Dear Sahabat,

Saya ingin share pengalaman kurang menyenangkan terkait perparkiran di Margonda Residence (Mares) Depok.

Ceritanya saya menyewa parkir basement ketika menyewa sebuah unit di sana selama lebih kurang 1.5 tahun. Biayanya adalah 150 rb perbulan. Kalau parkir di luar basement biayanya hanya 50 rb perbulan tapi berebut space dengan penghuni dan tamu. Setiap bulan akan ditagihkan biaya parkir ini bersama-sama dengan tagihan service charge, listrik dan air. Jika tagihan listrik dan air bersifat pasca bayar, maka tagihan sewa parkir bersifat prabayar. Jika kita akan menggunakan lot parkir untuk bulan A, maka kita harus bayar sewanya awal bulan A, bukan di akhir bulan. Saya sendiri tidak tahu bagaimana sistem yang digunakan manajemen Mares tersebut untuk mengelola perparkiran, apakah sudah online atau manual. Yang jelas saya mengalami beberapa pengalaman kurang menyenangkan terkait perparkiran ini.

Masalah pertama adalah tidak sinkronnya data pembayaran dan data petugas lapangan. Oleh karena pembayaran parkir sekaligus dengan pembayaran service charge, listrik dan air, tentu saja saya tidak pernah lupa membayarnya. Jika sampai lupa, tentunya listrik di unit yang saya sewa sudah di-cut oleh manajemen. Oleh karena sudah bayar, harusnya tidak ada masalah ketika mobil saya masuk atau pun keluar dari tempat parkir.

Kenyataannya? Sering kali ketika mobil saya keluar dari komplek apartemen, petugas pintu keluar mengatakan bahwa access card parkir mobil saya belum diregistrasi ulang. Ketika saya berkeras mobil ini sudah terdaftar dan sudah membayar sewa, petugas parkir kelihatan bingung, kemudian memutuskan untuk membiarkan mobil keluar, dengan tidak lupa berpesan, “Nanti tolong diurus ya masalah ini ke kantor…”. Mungkin ini sudah terjadi puluhan kali, sehingga sang petugas toleran dengan kejadian ini. Masalah keluar parkiran ini hampir dipastikan terjadi jika mobil saya sudah lama tidak keluar apartemen. Memang mobil saya jarang keluar karena hanya digunakan ketika hari libur saja. Nah, jika mobil sudah keluar Sabtu, kemudian keluar lagi Minggu keesokan harinya, lucunya masalah ini tidak terjadi. Namun kalau sudah seminggu tidak keluar, kami pun akan siap-siap menghadapi masalah yang sama.

Pada masa awal mengalami masalah ini, saya tentu saja kemudian mengurusnya dan melapor ke kantor manajemen. Namun jawabannya, mereka bilang harusnya tidak ada masalah jadi tidak ada yang perlu dilakukan. Nah karena saya sudah melihat pola kejadiannya, untuk seterusnya jika bermasalah lagi ketika akan keluar komplek apartemen, yang perlu dilakukan hanya mengatakan kepada petugas parkir bahwa mobil sudah terdaftar. Dan masalahpun dianggap selesai. Sangat tidak aman bukan? Semua berjalan dengan prinsip kepercayaan, bukan data.

Selain bermasalah ketika keluar (setiap kali lama tidak keluar), mobil saya pun kadang bermasalah ketika masuk komplek apartemen. Ini hanya terjadi sekitar 3 kali saja selama 1.5 tahun tersebut. Yang saya lakukan ketika access card parkir tidak berfungsi adalah dengan memilih tombol yang biasa digunakan non penghuni untuk mendapatkan karcis parkir. Karcis parkir ini kemudian harus saya laporkan ke kantor manajemen untuk mereka reset/batalkan. Jika tidak, bisa-bisa mobil saya tidak bisa keluar atau diminta membayar uang parkir yang tarifnya jam-jam-an 😦

Dua masalah di atas tidak seberapa dengan kasus terakhir. Pada bulan terakhir saya menyewa di sana, saya sudah mengurus “closing” berlangganan parkir basement. Bahkan mengingat kasus di atas dimana sering ada masalah pencatatan pada sistem parkirnya, paling tidak sebelum pindah dari Mares, dua kali saya mampir ke kantor manajemen untuk memastikan bahwa mereka sudah mencatat bahwa mulai bulan depan saya sudah keluar dan dengan demikian seharusnya tidak ada tagihan parkir yang akan dikenakan kepada pemilik unit.

Namun apakah semua berjalan baik?

Tidak. Sekitar 2 minggu setelah saya pindah, saya sengaja datang lagi ke kantor manajemen Mares. Belajar dari pengalaman buruknya pencatatan parkir, saya ingin memastikan apakah tagihan satu bulan setelah saya keluar tidak bermasalah. Apa yang saya temukan? Ternyata benar, mereka salah lagi. Mares tetap menagihkan biaya parkir sebesar 150 rb untuk tagihan bulan tersebut! Saya tentu saja langsung complaint. Pihak Mares mengaku ada kesalahan penagihan dan saya minta Staf Mares menelpon pemilik unit di depan saya untuk memberi tahu pemilik bahwa kesalahan penagihan itu adalah kesalahan pihak Mares, bukan saya.

Saya pikir dengan sudah ditelponnya pemilik, masalah saya beres. Saya tentu berharap Sang Pemilik akan mengembalikan uang deposit saya secara utuh setelah dikurangi service charge, biaya listrik dan air pemakaian bulan sebelumnya yang memang saya gunakan. Anehnya, Sang Pemilik unit kemudian memutuskan menahan uang deposit saya 220 rb (ya, 220 padahal uang parkir cuma 150) dan berjanji akan mengembalikannya jika sudah menerima revisi tagihan dan tagihan bulan depannya lagi tidak ada denda. OK … saya mengalah, walaupun kesal juga, yang salah Mares, kok uang saya yang ditahan.

Saya pun kemudian harus meluangkan waktu untuk mengurus revisi tagihan ini (berkali-kali). Kenapa berkali-kali? Pertama, ketika memeriksa tagihan. Staf-nya cuma bilang secara lisan bahwa ini kesalahan Mares dan semuanya akan diurus. Saya cuma diberi copy tagihan yang ada tulisan tangan bahwa ada kesalahan tagihan dan berapa jumlah tagihan seharusnya. Ketika saya sudah sampai di rumah, suami saya bilang ini tidak cukup, saya harus berkeras minta surat revisi tagihan (bukan tulis tangan). Saya kemudian datang lagi meminta revisi tagihan. Si Mbak bilang saat ini tidak bisa dan menjanjikan bisa diambil setelah tanggal 20. Pas tanggal 20-an saya datang lagi, akhirnya saya mendapatkan copy tagihan yang sudah direvisi. Katanya revisi ini sudah dikirim juga ke pemilik unit. Untuk sementara saya lega.

Sebulan berlalu, saya pikir tidak ada masalah lagi. Namun apa yang terjadi, bulan selanjutnya saya menerima email dari pemilik unit yang mengatakan bahwa Mares masih menagihkan uang parkir ke tagihan unit yang pernah saya sewa tersebut. Pemilik meminta saya membereskan masalah ini atau uang deposit saya ditahan sampai masalah itu beres. Cukup sudah, saya pun mengambil sikap terhadap pemilik. Ini bukan salah saya, namun salah Mares. Silakan mengurus sendiri. Soal uang deposit yang ditahan, saya kembalikan kepada integritasnya. Mungkin karena ketegasan kami dan pada dasarnya pemilik adalah orang yang baik dan tidak zalim, Alhamdulillah, tiga minggu kemudian pemilik menyatakan bahwa masalah ini sudah diselesaikan oleh beliau dengan Mares dan Beliau telah mengembalikan uang deposit kami full. Terima kasih Pak, atas kerjasamanya 🙂

Demikian Sahabat, pengalaman tidak menyenangkan yang saya alami dengan perparkiran Mares. Semoga bisa menjadi pelajaran.

Moral of the story:

  • Selalu bersikap kritis atas ketidakberesan yang terjadi di lingkungan Anda. Jika Anda membiarkannya karena dianggap tidak merugikan Anda sekarang, percayalah suatu hari Anda akan menanggung akibatnya. Pada kasus ini, saya seharusnya protes atas masalah kesalahan data pada kasus keluar atau masuk parkiran. Jika masalah ini sudah diperbaiki, tentunya masalah pada kasus yang lebih berat bisa dicegah.
  • Dalam setiap urusan terkait transaksi keuangan, selalu minta bukti hitam di atas putih. Jangan percaya dengan janji lisan.
  • Pastikan Anda menulis di kontrak sewa menyewa apartemen bahwa jika ada masalah yang terjadi yang bukan karena kelalaian Anda, namun kelalaian pihak manajemen apartemen, pemilik tidak berhak membebankan biayanya kepada Anda
  • Ada masalah pada cara kerja manajemen Mares, seharusnya para pemilik dan penyewa menuntut pelayanan yang lebih baik.

Semoga bermanfaat.

Advertisements

5 thoughts on “Masalah Parkir dan Tagihannya di Margonda Residence II Depok

  1. Pingback: Plus Minus Tinggal di Apartemen | Cerita untuk Sahabat

  2. putrisangfajar

    Sy jg mengalami masalah serupa, tp bukan soal parkir, tapi soal tv berlangganan. Sy pake indo#*sion dari sblm sy pindah ke Mares sktr 3thn lalu, lalu sebulan ini tiba2 tayangan sy ada gangguan. Spt biasa sy telp CS indo**sion utk perbaikan. Tp beberapa hari stlahnya ga ada tanggaan dr teknisi tv brlangganan tsb. Trnyata stlah sy confirmasi, mrk bilang dilarang masuk oleh pihak manajemen krn manajemen Mares akan mengganti tv berlangganan tsb dgn yg lain yg sy tahu sinyalnya kembang kempis. Yg saya tidak suka, knp keputusan ky gt sepihak, krn teknisi di larang masuk utk perbaikan, ada banyak pelanggan yg terpaksa ganti provider. Sy ga masalah pihak manajemen apartemen mau pake tv berlangganan apa, ttp ga seharusnya mrk sewenang2 ky gt. Kan tenant pny hak utk menentukan pilihan. Lalu yg sy smpe sekarang tidak paham, tagihan listrik yg aneh. Sy sempet dgr mahasiswa sebelah bilang, coba jgn bayar dulu mbak sebulan, pst bulan dpnnya tagihannya jd turun setengah, sy coba dan benar. Tagihan yang biasanya 700rb jd hanya 345rb. Stlah sy bayar dua2nya, tagihan balik lagi ke angka 700an.
    Sy sbnrnya ingin keamanan aja tinggal di apartemen ttp kl merasa dicurangi ky gini ya ga terima jg.

    1. kafin

      Saya memang menduga bahwa mereka gak pakai sistem IT untuk mencatat pembayarannya. Mungkin cuma pake Excel? Saya pernah juga pada surat tagihan dianggap tidak membayar tagihan sebelumnya sehingga mendapatkan denda, padahal saya sudah melunasinya dengan pembayaran lewat internet banking. Setelah diurus, katanya staf mereka salah input ke akun yang lain.
      Menurut hemat saya, para pemilik atau penyewa Mares harus mempunyai wadah (grup dll) untuk menyampaikan keluhan agar lebih diperhatikan oleh Manajemen Mares. Jika hanya protes pribadi, sepertinya hanya akan diabaikan. Masalah yang sama akan terjadi dan terjadi lagi.

      1. Br beberapa hri nh sya jg abz kehilangan helm sya dparkiran motor mares.. Yg sya kecewakn pelayanan dan tanggung jawab tukang parkirnya dlm mnjga parkiran mtor.. Pas sya kehilangan helm security parkirnya mrsa tdk da tanggung jwab”a dan tdk pdli pdhl sya cwe dan rumah sya byk polisi klu sya tdk pke helm bs2 sya kena tilang.. Tu bru hal kcil helm gmn klu mtr atw mobil yg ilangg..
        G da tidak’a sbgi security pa dstu tdk da cctv atw tanggung jwb sbgai security parkir..
        Sya sangatttt kecewa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s