Advertisements
RSS

Transit 9 jam di Hong Kong (2)

21 Aug

Saya transit di Hong Kong selama 9 jam. Satu jam pertama sudah terpakai untuk mencari informasi di pusat informasi turis dan melewati imigrasi saat keluar bandara. Dua jam harus disiapkan untuk persiapan take off, antara lain mengantri di imigrasi ketika masuk kembali ke bandara, mencari gate keberangkatan, dll. Alhasil waktu yang bisa digunakan untuk keliling Hongkong hanya 6 jam, termasuk transportasi dari dan menuju bandara.

Ada 4 kegiatan utama yang saya lakukan dalam waktu transit ini berikut perkiraan waktunya:

  • Menggunakan kereta Airport Express, pulang pergi bandara – Hongkong Island (estimasi waktu 2 x 30 menit = 1 jam)
  • Menggunakan ferry untuk menyebrang bolak balik dari Hongkong Island ke Tsim Sha Tsui , Kowloon Peninsula (estimasi waktu pelayaran, termasuk waktu menunggu ferry dan persiapan ferry merapat ke dermaga: 2 x 30 menit = 1 jam)
  • Makan siang di Mc Donald Tsim Sha Tsui (TST) dan cuci mata sebentar (estimasi waktu: 1 jam)
  • Naik BIG BUS Tour (Bis Hop On Hop Off) keliling Hongkong Island (estimasi waktu 2 jam)

Berikut ini cerita lengkapnya.

Naik Kereta Airport Express

Dari bandara kita bisa langsung memesan tiket kereta Airport Express pulang pergi. Harga tiketnya waktu itu HK$100 PP (sekitar 125rb). Sebagai turis kita tidak perlu khawatir akan salah turun, karena di dalam kereta ada indikator yang memberi tahu posisi kereta dan stasiun yang akan datang (lihat gambar di bawah). Keretanya sangat cepat, melintasi lembah dan selat. Sungguh pemandangan yang memukau.

Berikut ini beberapa foto yang sempat saya ambil ketika dalam kereta.

Interior di dalam Airport Express. Terlihat indikator jarak.

Interior di dalam Airport Express. Terlihat indikator jarak.

Pemandangan dari Airport Express menuju bandara ketika melintas di atas selat

Pemandangan dari Airport Express menuju bandara ketika melintas di atas selat

Pemandangan lainnya dari Airport Express

Pemandangan lainnya terlihat dari dalam Airport Express

Setelah sampai di stasiun tujuan, tersedia petunjuk arah dan informasi yang lengkap. Stasiunnya sendiri berada di sebuah gedung yang besar, bersih dan megah.

Naik Ferry Dari Hong Kong Island ke Kowloon Peninsula

Selanjutnya sesuai saran petugas bandara, saya melanjutkan perjalanan menyeberang ke Kowloon Peninsula dengan menggunakan ferry. Perairan yang akan saya lintasi bernama Victoria Harbour.  Saya tidak menemukan kesulitan untuk mencapai pelabuhan ferry karena petugas di bandara sudah mengajarkan saya bagaimana mencapai pelabuhan tersebut dengan sangat rinci. Cerita tentang perjalanan dengan ferry saya ceritakan terpisah di sini.

Makan Siang dan Berkeliling di Tsim Sha Tsui 

Singkat cerita setelah ‘berlayar’ sekitar 20 menit, saya sampai di Tsim Sha Tsui (Kowloon Peninsula). Karena sudah lapar, saya langsung mencari-cari KFC, Mc.D, dkk.  Di gedung pertama yang saya temui setelah keluar dari dermaga, dipojokannya terpampang logo Mc. Donald. Dengan suka cita saya segera masuk ke sana. Saya memesan burger dan kentang goreng. Rasanya? Tidak seenak di Jakarta. Saya bahkan tidak bisa menghabiskannya.

Setelah makan (yang tidak kenyang), saya berkeliling sebentar di komplek pertokoan tersebut. Daerah ini mirip Mangga Dua, banyak yang jual tas, baju, jam tangan dll. Saya tidak beli apa pun karena niatnya memang cuma ingin lihat-lihat saja. Saya kemudian memutuskan kembali ke Hong Kong Island dengan ferry.

Dalam perjalanan kembali ke dermaga ferry, saya sempat mengambil gambar Clock Tower, salah satu ikon Hong Kong.

Clock Tower di Tsim Sha Tsui (TST)

Clock Tower di Tsim Sha Tsui (TST)

Keliling Hong Kong dengan BIG BUS Tours

Setelah menikmati kembali pelayaran singkat melintasi Victoria Harbour, saya kembali sampai di Central Pier, Hong Kong Island. Saya masih punya waktu sekitar 4 jam sebelum take off, sayang rasanya jika buru-buru kembali ke bandara. Dalam perjalanan kembali ke gedung dimana stasiun kereta ke bandara berada, seorang sales Big Bus Tour (hop on hop off) menawari saya keliling Hong Kong. Terus terang saya tertarik tapi karena takut terlambat sampai di bandara nantinya, penawarannya saya tolak. Namun setelah dia bilang jika ambil Red Route yang hanya keliling di Hong Kong Island cuma perlu waktu  1.5 jam saja untuk satu keliling, saya akhirnya memutuskan untuk ikut tour karena berarti saya masih punya waktu 2.5 jam lagi sebelum take off.

Dan petualangan yang mendebarkan pun dimulai.

Awalnya perjalanan berlangsung lancar, saya sangat menikmati tour ini (cerita lengkap ada di sini). Namun setelah satu jam berlalu rute yang diselesaikan belum setengahnya, saya mulai khawatir. Saya memprediksi bahwa tour ini tidak mungkin diselesaikan dalam waktu 1.5 jam seperti janji sales tadi. Hong Kong itu ternyata juga macet (banget) saudara-saudara … hiks hiks. Saya sibuk melihat jam tangan dan peta yang didalamnya terdapat rencana perjalanan. Saya sudah memikirkan Plan B, jika sampai 2 jam menjelang take 0ff tour ini tidak selesai, saya akan turun bis dan pesan taxi menuju stasiun.  Hiks hiks 😦

Akhirnya, sekitar 2 jam sebelum take-off, tour itu pun selesai. Bus sudah sampai lagi di Central setelah sekitar 2 jam berkeliling. Lebih lama 30 menit dari perkiraan.

Kembali ke Bandara

Saya langsung lari pontang panting ke gedung dimana stasiun kereta berada.  Pas sampai stasiun, saya beruntung sekali, kebetulan ada kereta baru sampai dan saya langsung naik. Terlambat sedikit saja saya harus menunggu kereta selanjutnya. Sekitar 30 menit kemudian saya sampai di bandara.

Tapi apakah saya sudah bisa tenang dengan 1.5 jam yang tersisa? Belum. Pertama saya harus mengantri dulu di bagian imigrasi. Sore itu bandara sangat ramai sehingga antrian cukup panjang. Kedua, setelah lolos dari imigrasi, saya harus berjalan setengah berlari untuk mencapai gate keberangkatan. HKIA merupakan bandara yang sangat besar (top 3 di dunia?) dan gate yang saya tuju berada jauuuh sekali dari bagian imigrasi. Saya bahkan ternyata juga harus naik kereta internal bandara (Automated People Mover) untuk akhirnya sampai ke sana. Benar-benar injury time … saya hampir telambat 😦

Demikianlah pengalaman saya 9 jam di Hong Kong. Kesimpulannya:

  • Transportasi dalam kota lengkap (bus, kereta/MTR, ferry)
  • Jangan lewatkan naik ferry melintasi Victoria Harbour, pengalaman yang sangat mengesankan.
  • Jangan ambil resiko seperti saya memilih tour yang sangat dipengaruhi traffic (kemacetan) seperti bus tour jika waktu Anda singkat.

Semoga cerita ini bermanfaat untuk sahabat yang transit lama di Hong Kong 🙂

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on August 21, 2012 in Hong Kong, jalan-jalan

 

Tags: , , , ,

2 responses to “Transit 9 jam di Hong Kong (2)

  1. Si Ogie

    November 13, 2015 at 2:08 pm

    Halo,

    Saya mau tanya, jika 5 jam transit kira2 cukup ga ya kalo ke peak tower sama madame tussaud? Cuma tempat itu sih yang pengen saya kunjungi 🙂

    Thank you

     
    • shizuka

      November 14, 2015 at 7:48 pm

      Mohon maaf, saya gak ada pengalaman ke Peak Tower atau Madame Tusaud HK. Tapi 5 jam itu cuma sebentar loh. PP dari pusat kota ke bandara minimal 2 jam (kalo gak nyasar atau macet) plus overhead urusan dengan imigrasi plus antriannya serta waktu untuk mencari boarding gate di bandara besar seperti HK. Yang aman mungkin hanya ke satu tempat saja yang gak jauh dari bandara.

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: