Pengalaman Membuat Paspor di Tangerang

Pasporku sudah lama expired. Oleh karena bulan Juni-Juli ini aku punya cukup banyak waktu luang, maka aku sempatkan untuk mengurus perpanjangannya. Paspor terdahulu diurus di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, sesuai domisili/KTP waktu itu. Sekarang aku memegang KTP Kabupaten Tangerang. Teman kantor suamiku memberi informasi bahwa warga Kabupaten Tangerang bisa mengurus paspor di Kantor Imigrasi Tangerang.

Pertanyaan yang ada di kepalaku pertama kali adalah:

  1. Dimanakah alamat Kantor Imigrasi  Tangerang?
  2. Apakah aku harus mengurus perpindahan paspor dari Kantor Imigrasi Jakbar terlebih dahulu?

Jawaban dari pertanyaan di atas tentunya bisa ditanyakan kepada Om Google. Setelah menemukan website Kantor Imigrasi, aku menemukan jawaban dari kedua pertanyaan di atas beserta prosedur dan persyaratan permohonan paspor/SPRI (Surat Perjalanan Republik Indonesia). Ternyata aku tidak perlu datang ke Kantor Imigrasi Jakbar, cukup bawa paspor lama saja. Yes!

Akhir Juni aku datang ke Kantor Imigrasi Tangerang (selanjutnya disingkat KIM-TNG) dengan membawa KTP, Akta Kelahiran, ijazah, surat nikah serta surat rekomendasi dari kantor. Waah, banyak sekali orang-orang yang sedang mengurus paspor, mungkin karena ini musim liburan?

Langkah 1: Membeli formulir

Petugas memintaku membeli formulir di Koperasi KIM-TNG.  Formulir isian, map, beserta sampul paspor ini harganya Rp.6000. Di koperasi ini juga ada layanan fotocopy.

Pada map tersebut tertulis daftar dokumen yang harus diserahkan bersamaan dengan isian form. Aku kaget setelah membaca bahwa Kartu Keluarga wajib dibawa. Di website memang ada disebutkan, tapi diletakkan di dalam tanda kurung sehinga aku pikir sifatnya optional. Setelah kutanyakan ke petugas apakah boleh disusulkan KK-nya, jawabannya tidak. Artinya … hari ini aku terpaksa pulang tanpa hasil.

So, jangan lupa bawa KK.

Langkah 2: Menyerahkan dokumen ke Loket 1

Tanggal 2 Juli, aku kembali datang ke KIM-TNG, dengan membawa isian form beserta dokumen-dokumen yang diminta. Map berisi isian dan kelengkapannya aku serahkan ke Loket I, meja tempat penyerahan dokumen. Paspor lama juga ikut diserahkan. Setelah menunggu sekitar satu jam, aku pun dipanggil dan petugas menyatakan dokumenku lengkap. Aku diberi tanda terima dokumen dan diminta datang kembali Selasa, tanggal 7 Juli 09.

Langkah 3: Menunggu hasil verifikasi dokumen di Loket 2

Tanggal 7 Juli aku kembali mendatangi KIM-TNG. Aku langsung menyerahkan tanda terima dokumen ke Loket 2. Setelah itu kita akan diminta menunggu panggilan. Setelah menunggu sekitar 45 menit, aku dipanggil ke Loket 2. Petugas menyatakan dokumenku lolos verifikasi, selanjutnya aku diberi nomor antrian untuk membayar biaya paspor, foto, biometrik dan wawancara.

Langkah 4: Pembayaran

Antri lagi deh … setelah menunggu sekitar 45 menit, nomorku dipanggil juga. Di papan pengumuman sih tertulis biayanya Rp.200.000,- untuk paspor 48 halaman, namun ternyata ada tambahan biaya IT dan administrasi, sehingga menjadi Rp.270.000,-

Langkah 5: Membuat pasfoto dan foto biometrik

Kali ini antrinya sekitar satu jam 😦 Pasfoto dibuat menggunakan kamera digital, foto biometrik dilakukan terhadap semua jari kita.

Langkah 6: Wawancara

Antri lagi … for another one hour. Yup, tidak disarankan membuat paspor pada masa libur panjang seperti saat ini. Ruamee banget, bahkan banyak rombongan keluarga yang terdiri ayah, ibu dan anak-anaknya. Hmm, asiknya mau liburan bersama keluarga ke luar negeri 🙂

Pas wawancara ditanyai tentang data orang tua, pekerjaan dan motivasi ke luar negeri. Hanya sekitar lima menit saja, dan pewawancara akhirnya memintaku tanda tangan pada beberapa berkas, termasuk di halaman paspor. Tanpa informasi apa-apa beliau menyatakan wawancara selesai. Pengen nanya kapan aku bisa ambil paspornya ke beliau, tapi aku tidak berani. Wajahnya kelihatan serius dan capek. Wajar sih, hari ini beliau mungkin sudah mewawancarai 100 orang?

Sehabis wawancara, aku bertanya ke Loket 2 yang petugasnya friendly dan gak begitu sibuk. Menurut beliau, proses hari ini sudah selesai, aku diminta datang mengambil paspor tanggal 15/16 Juli dengan menunjukkan kwitansi pembayaran.

Langkah 7: Pengambilan Paspor ke Loket 3

Karena tanggal 15 Juli aku sibuk, maka tanggal 16 aku pun kembali ke KIM-TNG, dengan harapan hari ini gak perlu antri lama. Toh hanya tinggal ambil paspor saja?

Ternyata aku salah, begini ceritanya …

Setelah satu jam menunggu aku sudah mulai tidak sabar. Ketika ditanya ke petugas, jawabannya pasporku belum ditandatangani. Kok bisaaa? Bukankah mereka yang meminta aku datang hari ini? 😦 Aku diminta menunggu.

Ternyata aku tidak sendiri, ada ibu lain yang juga mengalami hal yang sama. Beliau wawancara pada hari yang sama denganku dan sama-sama diminta datang kemaren atau hari ini. Beliau bahkan sudah menunggu lebih dahulu satu jam dariku. Akhirnya kami pun ngobrol-ngobrol, dan aku diberi tahu bahwa ada orang lain yang lebih belakangan datangnya, namun bisa lebih dahulu mendapatkan paspornya. Kemungkinannya ada dua, pertama, mereka memang sudah lebih dahulu wawancara dibanding kami, sehingga paspornya telah lama diproses, tapi baru hari ini sempat mengambilnya. Kemungkinan kedua adalah ybs menggunakan ‘jalur khusus’.  Ada rumor di sana bahwa jika kita mau bayar lebih, maka urusan kita akan didahulukan. Aku masih ingat ketika pertama kali mengurus paspor tahun 2001, banyak sekali calo berseliweran secara terang-terangan di kantor imigrasi. Hari ini sih pemandangan seperti itu sudah tidak terlihat, tapi kabarnya secara diam-diam masih ada oknum yang melayani “jalur khusus” ini. Wallahu alam.

Bayangkan saya harus menunggu 4 jam untuk menunggu mendapatkan paspor yang sudah dijanjikan akan diberikan hari ini! Petugas membiarkan aku menunggu tanpa ada kepastian jam berapa pasporku akan jadi. Setiap satu jam menunggu aku kembali bertanya ke loket tentang nasib pasporku, dan selalu dijawab belum jadi. Ketika ditanya apakah akan jadi hari ini? Jawabannya: “iya, tunggu saja!” 😦

Bahkan ada satu petugas yang menjawab dengan kasar ketika kutanya berapa lama lagi aku harus menunggu, jawabnya: “Ada nggak Kepala Kantornya? Kalau Kepala Kantor-nya ada, berarti bisa ditandatangan, kalau tidak ada ya belum bisa!”.

Waaw … bukan urusanku dong Kepala Kantornya ada apa nggak? Aku cuma ingin penjelasan, berapa lama aku harus menunggu, agar aku bisa memutuskan untuk pulang saja dan datang di lain waktu. Pelayanan yang sangat mengecewakan.

Yup, demikianlah pengalaman saya. Semoga bermanfaat bagi warga Tangerang yang akan mengurus paspor. Dibutuhkan kesabaran ekstra karena prosesnya sangat memakan waktu. Aku mencoba berprasangka baik bahwa proses yang lama ini memang semata-mata karena permintaan paspor yang sangat banyak dibandingkan hari biasa, sehingga pelayanan yag dijanjikan selesai dalam 6 hari kerja, ternyata membutuhkan 10 hari kerja. Semoga ke depannya pelayanan imigrasi lebih cepat dan lebih baik lagi.

Advertisements

47 thoughts on “Pengalaman Membuat Paspor di Tangerang

  1. Rara's Mommy

    Mbak, aku juga pemegang KTP kabupaten Tangerang, domisili di Ciputat. Tapi ternyata bisa koq ngurus d’Kantor Imigrasi Jakarta Selatan d’Mampang. Cepat… Hanya seminggu kalo ternyata semua surat2nya lengkap. Cuma sekitaran 2 jam. Emang siih kalo ngurus paspor d’Tangerang dengar2 susah & bertele2. Tapi gak kesulitan waktu ngurus paspor, dengan KTP dan KK Ciputat d’Imigrasi Jaksel.

  2. ani

    tks sharingnya mba. tidak hanya pasport, tapi sim dan surat keterangan kelakuan baik juga susah. aku pernah perpanjangan sim memerlukan waktu jam 9 hingga selesai jam 16. padahal antrin tidak terlalu panjang. temanku pernah mengurus surat keterangan kelakuan baik di polres curug tangerang dari jam 8 sampai jam 13 baru selesai. padahal antrian sedikit dan harus foto di toko seberang kepolisian dengan biaya 30rb/4 lembar. padahal hanya foto digital biasa tapi harus ada stempel darii toko tersebut dan ada meteran untuk mengukur tinggi badan :). susahnya jadi warga tangerang…:(

  3. Nani Asri Sugiarto

    Bener apa yang di tulis Mbak Rara, aku juga pemegang KTP Ciputat…pasporku aku buat di Jakarta Selatan. Dan nggak ribet seperti di Tangerang…

  4. Wawan K. Hasanuddin

    Salam’alayk. mba’

    mau tanya kalo di tanya apa alasan Anda keluar negeri?
    jawabnya:
    – studi
    – rekreasi
    – urusan kantor

    soalle lebih dipermudah untuk rekreasi katanya.
    alamat KIM Tangerang dan KIM Jaksel ada dimana ya?
    saya dari pamulang (kotangsel),

    terima kasih….

  5. rianti

    Trimakasih ya mbak. Hehe…sepertinya mbak orang yang sabar. Saya dari hari senen kemaren sudah mengurus. ada kekurangan pada dokumen saya dan suami. akhirnya pulang. hari Rabu saya datang lagi melengkapi dokumen, belum jam 8 nomer antrian sudah habis. hari kamis saya datang lagi, sudah menaroh berkas sambil menunggu nomer antrian, stengah jam kemudian saya dipanggil dan tidak mendapatkan nomer antrian(lagi). hadooohhh…mbak…itu gondoknya luar biasa. sampe saya nyetir masuk keterminal depok. kesel luar biasa. pengennya sih pemerintah menambah aja jam kerja mereka dan tambahin juga gajinya.

  6. vina

    Thanks for the sharing and the information..

    Saya sudah 2 kali ke imigrasi tangerang, dan gagal pulang tanpa hasil yang kedua-duanya, dikarenakan, yang pertama tidak tau kalo datang harus sebelum jam kerja, karena harus ambill no urut, jadi datang tepat jam 8, ga bisa ngapa2in juga, dah tutup katanya..
    yang kedua kali berangkat lebih cepat dan tiba jam 6.40, eh ternyata tutup juga, dikarenakan katanya jumlah nomor antrian dikurangi karena hari itu dikhususkan beberapa utk yang mo urus paspor naek haji..
    alhasil 2 kali potong cuti sia-sia belaka.. dan akhirnya malas ngurus perpanjangan pasport, tapi jadi pusing sendiri, kalo pengen liburan..

    Kebetulan Saya juga warga serpong nih, kalo tnyata bisa ke jakarta ngurusnya, mending ke imigrasi jakarta selatan aja ya ngurusnya..

    boleh share alamat imigrasi jakarta selatan ga??
    hari sabtu imigrasi jakarta selatan buka ga ya? dengar2 katanya ada yang tetap beroperasi hari sabtu.

    Terima kasih

  7. leo

    benar semua pengalamannya,tgl 4/4 sy dtg ke KIM Tng beli formulir untuk anak2 dan tanya2 informasi skrg bgmn prosedurnya? dijawab klo ingin proses cepat sdh antri hanya untuk ambil nomer antrian jam 06.30 agar bisa 1 hari untuk proses masukkan berkas,tapi klo sdh siang tunggu 4 hari kerja,mengingat sy gak buru2 akhirnya tgl 11/4 sy datang siang ehh.. dibilang suruh dtg besok pagi aja krn berkas sdh banyak kasihan bagian entri data kerjanya lembur terus s/d jam 22.00, tadinya sy mau marah kok plin-plan informasinya,tp percuma marah dgn mereka akhirnya sy pulang dgn pikiran klo mereka capek ya jgn jadi pegawai imigrasi dong … mereka tenyunya sdh tahu konsekuensi jd pegawai negeri c/q imigrasi kok malah mengeluh …. ??? akhirnya sy pulang dan buka web nya sekalian kirim email ke humas direktorat imigrasi ttg pengalaman tsb sekalian coba2 fasilitas daftar online, data sdh masuk dgn lampiran dokumen yg sdh di scan (max. file 1,8 MB) ada tanda terima resmi dari direktorat imigrasi ttg masih nunggu hasil verifikasi dokumen untuk proses selanjutnya, yach …. kita tunggu aja proses lebih lanjut … sekedar masukan untuk teman2 yg ingin buat paspor gak buru2 bolehlah dicoba daftar online aja tentu semua dokumen disiapkan seperti KTP,KK,buku nikah,akta lahir,ijasah,paspor lama + ijasah anak,akta lahir anak,kartu pelajar anak (jika dibawah 17 thn), tp herannya dulu waktu buat paspor pertama kali thn 2008 KIM Tangerang cepat lho hanya butuh waktu 1 minggu sdh terima pasport, tp sekarang kok birokrasinya tambah semrawut dan tambah banyak yg buat pasport mungkin tambah makmur ya … sehingga banyak yg mau ke luar negeri, oh ya sy ditawari one day service jadi pasport tp bayar 750rb (jika saya urus sendiri bisa buat bayar pasport 3 anak he.. he..), klo anda gak mendesak gak usahlah lewat biro jasa/calo ……

  8. David

    bisa minta tolong dishare, alamat kantor imigrasi tangsel daerah mana yah? blom pernah buat paspor sih. hehe..
    trims..

  9. Rifa Herdian

    Bapak dan ibu,
    setahu saya pembuatan paspor tidak harus di kantor imigrasi dimana kita berdomisili sesuai KTP. saya dan istri punya KTP Bogor, tapi membuat paspor di Imigrasi Balikpapan. Pelayanan di kantor imigrasi balikpapan sangat baik, tidak ada jasa calos. dalam 1 minggu sudah jadi dengan biaya sesuai peraturan, 3 kali datang ke sana :

    datang ke-1 : mengisi form + kelengkapan
    datang ke-2 : wawancara + foto + bayar biaya di loket
    datang ke-3 : ambil paspor – selesai

  10. Trimakasih untuk semua, saya jadi paham proses yang begitu rumit dan saya salut sama Kafin yang begitu telaten dan sabar juga berpikir positif. Mau buat dimanapun semua adalah pilihan yang terbaik bagi masing masing individu. Dan buat Leo benar saya sudah pernah melakukan dengan calo dengan membayar 750rb, kebetulan saya sedang tergesa gesa jadi saya merasakan manfaat dari calo tersebut. kembali lagi tergantung kebutuhan. kalo santai ya lebih baik proses sendiri.

  11. aliyah

    Terima kasih buat infonya kebetulan saya baru mau bikin passport tp kt tmen sy yg uda bikin passport di tangerang emang enakan pake “jalur khusus” krn kl kita bikin sendiri prosedurnya ribet n lama tp kl buat 1 orng sih gak mslh tp kl buat keluarga..lumayan jg ongkosnya..jujur aja sih saya plng mls berurusan dgn kantor pemerintahan..biroksrasi panjang kl lebar yg ujung-ujungnya duit

  12. Lalita

    infonya berguna sekali..tp yg ingin saya tahu apakah ijazah boleh bawa yg fotokopian aja yah? ijazah S1 saya ditahan di kantor krn sedang dalam masa ikatan dinas dan apabila ingin meminjam pun birokrasi nya ribet.. saya berencana ingin mengurus papsor di jakarta selatan dengan KTP Tangerang.. Terimakasih

  13. Wrikudoro

    Saya urus paspor di Bandung (maaf kalo ngga nyambung), tapi kelihatannya yang Tangerang ini ribet sekali. Nomor antrian di Bandung biasanya baru habis sekitar jam 11 siang, dan proses menunggu mengantri paling lama hanya 1 jam (untuk tiap kali mengantri, entah itu menyerahkan formulir, bayar, maupun foto). Lebih baik urusnya jangan di Tangerang kayaknya, katanya sekarang boleh urus di mana saja, asal surat2nya lengkap.

  14. Robert

    saya baru aja daftar online kira2 seminggu lalu, trus scan dokumen2 yg diperlukan. trus saya pilih datang ke KIM TNG hari ini 2 de 2011. di form-nya ditulis bisa dtg jam 8-11.
    mudah2an prosesnya lancar dan tidak dipersulit ya. AMIN

  15. Pak Menteri tolong terus muncul di TV bahwa bikin Pasport bisa ON Line dan yang penting lakukan Sanksi dengan tegas dan lugas pada pegawai yang masih mempersulit yang ujungnya Duit, nggak mau cape yang jangan kerja di Imigrasi, Imigrasi ya memang Kantor Pelayanan Publik.
    Jangan kendor kontrol cek dan Recek yang terus menerus Tks Salam, kami nunggu prestasi kerja anda Pak Menteri Amir S.

  16. Apit Gandamana

    Terima kasih info yg sangat berharga ini.
    Mau tanya alamat Ktr Imigrasinya dimana? dan biaya prosesnya berapa? terima kasih

  17. nichie

    wah jadi dilema saya..sy baru mau pertama kali bikin passport,tp kl sy baca blog2 org,hmpir smua nya bilang kl imigrasi tangerang ribet dan lama,,sedangkan kl ke warung buncit terlalu jauh dr rmh dan kampus saya. kira2 yg lebih dekat dr kebayoran ke warung buncit atau ke imigrasi jakbar ya??
    thx in advance 🙂

  18. Lestari

    waduh sama mba jd dilema, mksd hati jg mau bwt d tangerang…tp kok semua komen blg ribed ya…tp 2 temenku nyuruh d tangerang aja, satu temen nyuruh jakbar..hadeuuuh pening

  19. Dewi Hoesien

    Gimana cara buat paspor baru untuk anak SMP kls 1. Untuk program kursus bahasa Turkey dari sekolah. Saya warga Tangerang. jadi buat di Warung Buncit, bisa,ya

  20. chiefa

    mohon info..
    jadi bisa yaa ktp tangsel bikin pasport di jaksel?? takutnya dah sampai di kantor imigrasi jaksel disuruh pulang lagi

  21. ajeng

    Wah saya mau perpanjangdi tangerang jadi ngeri. Sebelumnya saya bikin di karawang. 3 kali datang tp ga ngantri. Apakah memang bisa ke kantor Imigrasi lain.

  22. ika bachtiar

    kalo pra daftar pake online masuknya tarif yang mana ya ? didaftar tarif ada E-Pasport 48 halaman ,tarif 600,000. apa yang itu ? tolong info trims.

    1. auradinda

      Sis aku Mahasiswi dan rencana mau liburan ke Dubai…untuk ijazah itu ijazah waktu Sma ya? Dan gimana bisa dapetin orang yg. Bisa bantu dengan jalur khusus??

  23. Pingback: Mengurus Perpanjangan Paspor di Kantor Imigrasi Depok | Cerita untuk Sahabat

  24. Jessie

    Just share info…Sekarang urus passport bisa dimana saja, di Kanim terdekat tempat tinggal atau kantor, asal semua surat-surat lengkap (copy KTP, KK, Ijazah atau akte lahir atau akte nikah).
    Proses tidak lebih dari 3 jam. Yang masih memiliki KTP daerah pun dapat mengurus passport di Kanim manapun dekat mereka tinggal saat ini. Recommended Kanim Jakarta Selatan

  25. Chacha

    Hanya mau sharing juga, Alamat ktp Saya cikarang tp domisili di tangerang, saya perpanjang 3 passport untuk saya dan anak2 semua saya urus sendiri di Tangerang, mungkin kami beruntung semua bisa berjalan lancar dan cepat sesuai prosedur. Semoga untuk teman2 lain yg akan membuat atau memperpanjang passport di Tangerang bisa berjalan dengan lancar 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s