Advertisements
RSS

Catatan Konsultasi ke SPOG (III)

05 Apr

Sesuai petunjuk dokter T bahwa kami diminta datang kembali pada H-3/H-4/H-5 menstruasi pada siklus selanjutnya, maka aku kembali datang ke RS Bunda bersama suami. Kali ini kami membawa hasil test Toxoplasma dan hasil analisis sperma.

Berkaitan dengan hasil test Toxoplasma, dokter menyatakan aku tidak mempunyai masalah dengan penyakit ini, karena Anti-Toxoplasma IgG maupun IgM bernilai negatif. Walaupun demikian aku tetap disarankan untuk menghindari interaksi dengan kotoran kucing, anjing, dll. Hmm, untuk sementara hobi berkebunku mungkin harus dilupakan, atau aku harus disiplin menggunakan sarung tangan ketika bekerja.

Berkaitan dengan test analisis sperma suamiku, test ini telah dilaksanakan di Klinik Morula milik RS Bunda.  Seperti sudah kuduga, biaya test di sini memang lebih mahal dari Lab Prodia, lab dimana suamiku tahun lalu biasa melakukan test analisis sperma. Biaya di Klinik Morula Rp 250.000, sedangkan di Lab Prodia biasanya berkisar Rp. 100.000 😦

Berkaitan dengan hasil analisis sperma, dokter berpendapat bahwa hasilnya kurang menggembirakan. Kecil kemungkinan akan terjadi pembuahan secara alami, karena persentasi sperma yang bagus kurang dari jumlah minimal. Bersesuaian dengan hal ini dokter menyarankan kami untuk menempuh terapi inseminasi buatan. Hmm, saran serupa yang diberikan dokter ketika melihat gambar rontgen HSG-ku. Dengan inseminasi buatan, proses pembuahan akan dibantu terjadinya dengan menyuntikkan sperma yang sudah “dipilih” langsung ke sel telur yang sudah “matang”.

Suamiku masih belum bisa memutuskan dan masih akan mencari keterangan dari sumber-sumber lain. Aku sendiri berpikir apakah “masalah” kami tidak bisa diobati dulu, dari pada mengambil jalan pintas inseminasi tersebut? Aku sendiri heran mengapa ketika suamiku bertanya “Apakah saya perlu di-consult ke androlog?”, dokter menjawab bahwa tidak perlu. Apakah kendala ini memang tidak bisa disembuhkan?

Dokter memutuskan bahwa bulan ini tidak perlu inseminasi buatan, dicoba dulu pembuahan dengan cara alami. Sementara ini akan coba diprediksi kapan waktu suburku. Haidku memang tidak teratur, periodenya bisa 4 minggu, 5 minggu bahkan pernah 7 minggu.

Setelah mendiskusikan hal lab, aku kembali di-USG Trans-V untuk melihat perkembangan sel telur.

Kali ini dokter memberikan kami resep sebagai berikut:

Untukku: Provula dan Progynova

Untuk suamiku: Enerplus.

Keluar dari ruang dokter, kami berdiskusi dan memutuskan untuk mencari informasi lebih banyak lagi tentang inseminasi buatan. Oh ya, aku diminta datang kembali pada H-14 untuk melihat perkembangan sel telur. Diharapkan pada hari ke-14 sudah cukup matang, sehingga dokter akan bisa memprediksi kapan sel telur tersebut akan “pecah”, yang merupakan saat yang tepat untuk terjadinya pembuahan.

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on April 5, 2009 in TTC

 

Tags: , ,

One response to “Catatan Konsultasi ke SPOG (III)

  1. musa

    June 6, 2011 at 7:59 pm

    hasil ini memuaskan g: makroskopik:4,5 warna:putih kanji ph:8 viscositas:>2′ {eliason} likuefaksi:sepurna 30menit agltinasi:negatif 0% mikroskopik(400x): 85-90 spermatozoa/lp 5%gerak 40%gerak kurang 55% tidak gerak jumlah spermatozoa 28.3juta/ejakulat. jumlah spermatozoa :6,3juta/ml spermatozoamotil:45% spermatozoa non motil:55% morfologi spermatozoa: kepala:normo:45% piri: 15% lapto:10% terato 10% mickro:10% makro:7 double:3%

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: