Advertisements
RSS

Catatan Konsultasi ke SPOG (II)

01 Apr

Aku ingin cerita tentang kelanjutan usaha kami dalam mendapatkan buah hati.

Setelah melaksanakan HSG dengan hasil baik, maka beberapa hari kemudian aku konsultasi lagi ke dokter, bertepatan dengan hari ke-14 sejak haid hari pertama. Tujuan utama konsultasi pada hari itu tentunya untuk melaporkan hasil HSG. Aku senang masalah penyumbatan saluran tuba sudah bisa dieliminir sebagai penyebab infertilitas.

Ketika melihat gambar rontgen HSG dokter berkomentar bahwa posisi rahimku ‘miring’ sehingga sperma menjadi gampang keluar dan langsung menyarankan inseminasi buatan. Apakah benar begitu ya? Terus terang aku sekarang menjadi mudah curiga jika dokter terlalu cepat membuat kesimpulan yang ujung-ujungnya mengharuskan aku melakukan terapi berbiaya mahal yang mungkin saja tidak aku butuhkan. Sudah beberapa kali aku ketemu dokter yang dengan ringannya menyuruh minum obat ini itu, test ini itu, tanpa hasil yang bisa dirasakan.  Aku hanya mengangguk-angguk saja waktu itu, berpikir seperti apakah inseminasi buatan dan berapakah biayanya?

Hari ke-14 idealnya adalah masa ovulasi dimana sel telur sudah ‘matang’ dan siap dibuahi. Ketika dokter memeriksa keadaan sel telurku melalui USG Trans-V, terlihat bahwa ukuran sel telurku kurang besar untuk terjadinya pembuahan. Kalau tidak salah dengar dokter mengatakan minimal diameter-nya adalah 18 mm, sedangkan ukuran sel telurku baru 13 mm 😦 Hmm, berarti sudah mulai terdeteksi salah satu masalahku, yaitu perkembangan sel telur yang kurang baik.

Oh ya dokter juga menyinggung soal ketebalan dinding rahim yang ideal. Ketebalan dinding rahimku 10 mm, dan menurut dokter normal.

Setelah pemeriksaan USG, aku meminta pendapat dokter tentang hasil test TORCH yang pernah aku jalani Juni 2007 dan juga tentang hasil analisis sperma terakhir suamiku tertanggal 29 Agustus 2008. Dulu pada tahun 2007 aku pernah konsultasi dengan seorang dokter obsgyn di BSD, beliau memintaku test TORCH (Toxo, Rubella, Citomegalus, Herpes, Anticardiolipin). Hasilnya beberapa komponen ada yang positif IgG-nya, sedangkan untuk IgM hanya satu yang berada di ambang batas yaitu Toxo IgM. Dari artikel yang aku baca, pada pemeriksanaan TORCH yang perlu diwaspadai hanya IgM saja, yang menunjukkan infeksi saat ini. IgG hanya memperlihatkan bahwa ada antibody, artinya dulu pernah kena, namun sekarang sudah sembuh. Nah, dokter X di BSD waktu itu memberiku obat sangat-sangat banyak karena menurutnya selain komponen yang IgM-nya positif, komponen yang IgG nya positif tetap harus diobati juga karena pernah terjadi. Hal ini membuatku kurang percaya terhadap dokter X, ditambah lagi dokter X tersebut kebetulan adalah pemilik klinik tempat aku berobat. Akhirnya kami memutuskan berhenti konsultasi ke beliau. Kembali ke dr. Taufik, menurut beliau komponen yang IgG positif  tidak perlu dikhawatirkan (sesuai info artikel). Oleh karena Toxo IgM ku pada test tersebut diambang batas, beliau memintaku melakukan test ulang untuk Toxoplasma. Test ini cukup dilakukan di Lab Prodia yang ada di RS Bunda. Selain itu dokter menyarankan agar aku mengenakan sarung tangan ketika berkebun untuk meminimalisir kemungkinan terkena virus Toxo.

Sehubungan dengan hasil analisis sperma suamiku, dokter memberi rujukan untuk melakukan ulang analisis sperma di Klinik Morula milik RS Bunda. Ketika aku tanya bolehkah di Prodia saja, dokter mengatakan harus di Klinik Morula. Aku sendiri tidak tahu alasannya, namun aku khawatir biaya di Klinik Morula pasti lebih mahal, karena klinik tersebut terkesan untuk kalangan atas.

Pada konsultasi kali ini aku memang mempersiapkan banyak pertanyaan dan membawa banyak berkas lab terdahulu untuk ditanyakan ke dokter.  Aku dan suami diminta untuk kembali lagi ke dokter pada siklus haid selanjutnya pada H-3 , selambat-lambatnya pada H-5.

Oh ya, kali ini dokter meresepkan Natavit untukku. Sayang tadi lupa menanyakan kegunaannya. Dari namanya sih sepertinya vitamin. Just another vitamin? Lagi-lagi aku berpikir apakah dokter suka gak enak hati kalo gak ngasi resep?

So, to do list:

  1. aku test darah untuk Toxoplasma
  2. suamiku test analisis sperma
  3. aku harus minum natavit
Advertisements
 
2 Comments

Posted by on April 1, 2009 in TTC

 

Tags: , , ,

2 responses to “Catatan Konsultasi ke SPOG (II)

  1. Ayk

    May 11, 2009 at 11:02 am

    hehehe males ya mbak minum obat banyak2 (trutama bagian dimana harus membeli obat itu pake duit, ihhh males banget deh hehehe). aku juga pernah dikasi natavit mbak, itu suplemen asam folat.

    soal rahim “miring” itu mungkin sama kayak aku mbak, aku juga rahim retro alias agak tertekuk ke belakang, anjuran sih kalo lagi “kumpul” pake posisi doggy, trus setelahnya nungging beberapa menit.
    alhamdulillah berhasil sih, ga ada sperm yg tumpah ruah ga karuan, pdhl sebelumnya tiap kali abis “kumpul” sprm selalu tumpah semua. dan sempet berhasil hamil juga beberapa minggu sblm akhirnya kegugran, skrg mulai berjuang lagi, teteeup…gaya nungging donk hehehe…

    semangat mbak!!

     
  2. ana

    February 16, 2010 at 11:02 am

    hai mb say baru saja membaca data dari mb, sy jg istri yg termksd infertil tp sy tetap semangat nd akhirnya saya berhsl hamil tp ankku terkena cmv yg kena Iggnya akhirnya km konsultasi dengan prof sunartini di rs Sarjito nd dia opname selama 4 hari nd saat sudah banyak perkembangan yg baik , ankku terkn pada sistim motoriknya tp sy telateni di terapi seminggu 2 kali, maksd sy cewek yg terkena torch belum tentu tidak bisa punya ank yg terpenting tetap berusaha nd berdoa saya hanya di sarankan utk minum ADUH SY LUPA NAMANYA……… jika saya hamil kembali . ok mb semangat trus ………………………………..

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: