RSS

Dari Petronas Twin Tower Hingga ke Genting Highlands

14 Nov

Melanjutkan ceritaku di sini, kali ini aku akan cerita tentang pengalamanku ‘singgah’ sebentar di Petronas Twin Tower dan Genting Highlands. Kenapa aku bilang ‘singgah’? Karena aku dan temanku memang hanya menghabiskan waktu sekitar 30 menit di Petronas Twin Tower dan 3.5 jam di Genting.

Pagi-pagi sekali aku dan temanku sudah bangun pagi dengan tujuan akan naik ke Skybridge Petronas Twin Tower (selanjutnya disingkat PTT). Sebelumnya kami mendapatkan info bahwa untuk naik ke Skybridge PTT harus antri dari jam 7 pagi. Maka kami pun sudah check-out dari hotel pada jam 6:30 waktu Malaysia (bayangkan Subuh aja di sana jam 5:40 :P ). Kami menitipkan koper kami ke staf My Hotel untuk diambil sore nanti. Menitipkan koper ini gratis dan bisa diambil anytime kata stafnya (tentunya gak boleh sampai besok pagi ya hehe).

Petronas Twin Tower

Dari hotel, kami menuju ke Stasiun LRT KL Sentral dengan berjalan kaki sekitar 15 menit (tentu saja jalan kaki gaya turis sambil foto sana-sini). Dengan membayar hanya RM 1.6 kami pun sampai di Stasiun LRT KLCC yang berada di ground PTT. Masih jam 7:30 pagi saat itu, masih sepi sekali. Kami kemudian bertanya kepada petugas tentang lokasi beli tiket untuk naik ke Skybridge PTT. Sayang sungguh sayang, menurut petugas tersebut saat ini Skybridge sedang ditutup untuk kunjungan turis karena sedang dilakukan renovasi sampai akhir Desember 2011. Penonton kecewa :(

Twin Tower

Petronas Twin Tower yang diselimuti kabut

Kami pun kemudian menutupi kekecewaan dengan mengambil beberapa foto PTT. Hasil foto kurang bagus karena jarak fotonya terlalu dekat. Seharusnya untuk memfoto PTT kami harus ke lokasi yang lumayan jauh agar menara ini terlihat lebih utuh.

Kekecewaan kami pun dilengkapi oleh cuaca yang mendung dan gerimis :( Kesimpulannya pagi itu kami tidak mungkin jalan-jalan di Kuala Lumpur. Maka Plan B pun dipilih yaitu ke Genting Highlands …

Dan petualangan ke Genting pun dimulai :)

Perjalanan ke Genting Highlands

Berdasarkan informasi dari satpam Petronas Twin Tower, untuk ke Genting kami sebaiknya naik LRT ke Stasiun Gombak. So, kami pun turun dari halaman Petronas Twin Tower ke Stasiun KLCC dan membeli tiket kereta ke Gombak seharga RM 2.1 perorang.

Sesampainya di Gombak, kami ditawari tiket bus oleh agen bus Go Genting Ekspress. Namun ada lagi informasi kurang menggembirakan. Kami sampai di sana sekitar jam 8:30, dan agen tersebut mengatakan bahwa tiket bus yang tersedia sudah penuh untuk keberangkatan sebelum jam 11:00. Kalau mau, kami bisa beli tiket bus  untuk jam 11:00. Tentu saja kami tidak mungkin memilih opsi ini karena waktu liburan kami di KL sangat singkat, tidak mungkin membuang waktu menunggu 2 jam.

Belakangan saya mendapatkan informasi bahwa kita bisa membeli tiket bus Go Genting Ekspress sebelum hari H. Untuk setiap tiket yang dibeli sudah ditentukan jam berangkatnya sehingga nanti kita bisa mengatur waktu kapan harus sampai di terminal bus.

Ketika kami sedang bimbang, datanglah seorang supir taksi menawarkan biaya  RM20 (sekitar Rp.60.000) per orang untuk 4 orang penumpang. Saat itu aku bimbang, apakah perlu pergi ke Genting. Aku dengar di sana adalah tempat judi dan area bermain anak-anak, kurang cocok dengan kebutuhanku. Namun karena katanya kalau ke Malaysia kudu melihat Petronas Twin Tower dan mengunjungi Genting, akhirnya kami setuju naik taksi tersebut.

Pemandangan Menuju Genting

Perjalanan dari Gombak ke Genting ternyata cukup jauh dan mendaki. Mungkin seperti perjalanan dari Jakarta ke Puncak. Jalannya berkelok-kelok tajam, cukup menegangkan. Di kiri dan kanan jalan kita bisa melihat hijaunya perbukitan. Tadinya kami merasa bahwa RM20 perorang terlalu mahal, namun setelah mengetahui bahwa Genting memang jauh dan medan perjalanannya sulit, aku rasa harganya cukup layak untuk kami yang dibatasi oleh waktu.

Lower Terminal Genting Skyway

Dalam waktu sekitar satu jam kami pun akhirnya sampai di sebuah terminal yang merupakan terminal penghubung ke Genting Highlands yang berada di puncak bukit. Dari sini kami harus menyambung naik kereta gantung bernama Genting Skyway (selanjutnya disingkat GS). Terminal ini disebut Lower Terminal Genting Skyway.

Lower Terminal Genting Skyway

Supir taksi kami baik sekali, dia memberi tahu kami cara membeli tiket GS. Dia menyarankan untuk membeli sekaligus tiket pulang-pergi agar tidak perlu antri dua kali. Dia juga memberi tahu dimana lokasi membeli tiket bus Go Genting Express untuk kembali ke KL. Dia bahkan memberi tahu bahwa kami sebaiknya membeli tiket bus balik ke KL saat itu juga karena jika membeli nanti sore bisa jadi tidak kebagian tempat duduk.

Go Genting Ekspres

Go Genting Ekspres

Bus Go Genting Ekspress melayani banyak rute ke berbagai penjuru Malaysia, diantaranya ke KL Central, Gombak dan Pudu Raya. Jadi sebenarnya kami tidak harus ke Gombak dulu untuk ke Genting, kami juga bisa berangkat dari Terminal KL Sentral yang dekat lokasinya dengan hotel kami.

Oleh karena tujuan kami ke Genting hanya untuk mencari tahu seperti apa Genting, bukan untuk ikut bermain atraksi, maka kami memilih jadwal bus balik ke KL untuk jam 13:30. Kami memilih bus dengan rute Genting – KL Sentral dimana hotel kami berada, dengan harga tiket RM4.3. Murah banget kan dibanding biaya taksi yang RM20? Pada tiket bus sudah dicantumkan jam berangkat bus lengkap dengan nomor tempat duduk. Profesional sekali, jadi nanti tidak perlu berebut naik bisnya. Dan tentu saja tidak ada penumpang yang akan berdiri. Semua ini sudah terkomputerisasi.

Saat sampai di Lower Terminal Genting Skyway ini waktu sudah menunjukkan sekitar jam 10:00, sehingga kami yang belum sarapan pagi kemudian memutuskan untuk makan dulu. Makan di sini sangat murah, menu nasi lemak dengan telor hanya RM 3.5. Jadi jika ingin berhemat Anda disarankan untuk makan dulu di terminal ini sebelum naik ke Genting Highlands.

Kuala Lumpur Transit Map

Genting Skyway yang Menakjubkan

Setelah makan, kami naik ke Lantai 3, tempat dimana loket tiket GS berada. Walaupun namanya Lantai 3, sebenarnya posisinya di Lantai 7. Setelah membeli tiket pulang pergi RM10, kami langsung ke gate kereta gantung. Untungnya saat itu masih sepi sehingga tidak perlu mengantri sehingga kami bisa langsung naik. Satu unit kereta gantung bermuatan maksimal 8 orang. Untungnya lagi, hanya saya dan teman yang ada di kereta gantung yang kami tumpangi. Kami pun jadi bebas ngobrol dan foto-foto tanpa khawatir mengganggu ketenangan orang lain.

Kereta gantung

Kereta gantung (cable car) Genting Skyway

Perjalanan selama di kereta gantung sungguh menyenangkan walaupun pemandangan berkabut sehingga jarak pandang sangat pendek. Cuacanya makin ke atas makin dingin. Saya sangat menikmati suasana hening (bayangkan Anda sedang berada di atas hutan tropis), pohon-pohon yang hijau dan lintasan yang menanjak tajam (baca: menegangkan). Teman saya yang tidak suka ketinggian, kelihatannya tidak begitu menikmati dan hampir selalu berpegangan ke kursi.

Kereta gantung di Genting ini menurut saya lebih bagus dibanding kereta gantung di Singapura. Jarak tempuh lebih jauh, lebih miring path-nya (lebih menegangkan) dan tidak ketinggalan sangat muraaah! Bayangkan Jewel Cabel Car di Singapura biayanya SGD 26 (sekitar 180 rb) bolak-balik dengan pemandangan selat antara Pulau Singapura dan Pulau Sentosa dan jarak yang relatif pendek sekitar 1.6 km. Genting SkyWay jaraknya sekitar 3.38 km (kata wikipedia), path-nya menanjak tajam mengikuti lereng bukit, pemandangannya hutan tropis, dan harganyaaa  …. cuma RM 10 (sekitar Rp 30.000) bolak-balik. TOP banget kan?

Genting Highlands

Sesampainya di Upper Terminal GS, kita akan langsung berada di beranda sebuah gedung supermall. Suhu udara di luar gedung dingin sekali. Kami yang memang hari ini rencananya tidak ke Genting Highlands, tidak membawa jaket untuk melawan hawa dingin ini. Untungnya supermall di Genting Highlands ini dilengkapi pemanas udara, sehingga walaupun cuaca sangat dingin di luar, selama kita di dalam gedung tidak akan kedinginan.

Di dalam komplek Genting Highlands ini terdapat berbagai hotel dan restoran, mall, permainan anak-anak dan orang dewasa serta tentu saja casino.Untuk permainan disediakan versi indoor dan outdoor. Jadi walaupun cuaca sedang hujan di luar, pengunjung masih punya alternatif bermain.

Menurut saya Genting Highlands ini adalah surga bagi anak-anak dan remaja. Sebuah komplek wisata yang lengkap untuk kebutuhan setiap anggota keluarga. Sembari menunggu anak-anak bermain, Ibu-ibu bisa cuci mata di mall-mall yang menampilkan barang-barang bermerk. Bapak-bapak bisa memilih atraksi yang lebih membutuhkan nyali. Overall, saya rasa resort ini sama menariknya dengan resort serupa di Singapura.

Salah satu atraksi di Genting Highlands

Kami berjalan-jalan melihat situasi dan kemudian bersiap-siap turun dari Upper Terminal Genting Skyway ke Lower Terminal sekitar jam 12:00.  Sampai di Lower Terminal sekitar jam 12:30, makan siang lagi di restoran yang murah tadi dan kemudian menunggu bus ke KL Sentral datang.

Sembari menunggu bis datang, kami berkeliling di toko-toko di terminal tersebut dan membeli souvenir. Saya membeli gantungan kunci dengan harga RM10 untuk 3 gantungan kunci (berarti harga satuannya sekitar Rp.10.000) serta sebuah baju kaos bergambarkan Petronas Twin Tower seharga RM32 (sekitar Rp.100.000). Cukup mahal sepertinya, tapi karena khawatir tidak akan sempat lagi hunting souvenir, ya saya beli saja.

Bus Go Genting Ekspress yang Keren

Bus datang tepat pada jam 13:30 Bus ini keren sekali, AC-nya dingin, interiornya bagus dan setiap kursi dilengkapi seat-belt. Saya dan teman yang duduk di kursi paling depan menjadi lebih nyaman dengan adanya seat-belt ini karena kami bisa tidur tanpa khawatir bus akan merem mendadak. Memuaskan!

Bus Go Genting Ekspress yang keren

Kami terbangun menjelang sampai di Terminal KL Sentral dan sampai sekitar jam 14:30. Badan rasanya sudah capek sekali dan butuh istirahat. Kami pun berjalan kaki dengan sisa tenaga dari Terminal KL Sentral ke hotel. Dari hotel, setelah mengambil titipan koper, kami memutuskan naik taksi saja ke hotel kami selanjutnya, yaitu Pacific Regency Hotel Suite. Ini adalah pengalaman pertama kami naik taksi di KL yang katanya tidak nyaman. Namun alhamdulillah, Teksi Bermeter yang kami pilih supirnya baik. Dengan hanya RM10, kami pun sampai di Pacific Regency, sebuah hotel bintang lima yang megah. Singkat cerita kami check-in di hotel tersebut dan beristirahat sampai sore.

Kesimpulan:

  • Jika ingin naik ke Skybridge Petronas Twin Tower, carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai dibuka atau tidaknya layanan ini, jam antri dll.
  • Untuk ke Genting, belilah tiket bus Go Genting Ekspress sebelum hari H.
  • Pastikan bahwa rombongan Anda tidak ada yang pobia ketinggian sebelum memutuskan untuk naik Genting Skyway. Ada alternatif bus dari KL langsung ke Genting Highlands tanpa harus naik Genting Skyway.
  • Jangan lupa bawa jaket jika ingin ke Genting, karena suhunya sangat dingin.
  • Genting keren banget, tidak kalah dengan resort Sentosa di Singapura.
About these ads
 
1 Comment

Posted by on November 14, 2011 in jalan-jalan, Malaysia

 

Tags: , ,

One response to “Dari Petronas Twin Tower Hingga ke Genting Highlands

  1. susan

    May 19, 2012 at 2:30 pm

    sori mau nanya dong kalo dari kl sentral harus naik bus apa untuk langsung ke genting highlands tanpa naik cable car soalnya saya bawa koper dan stroler, dan tanpa harus berhenti di gohtong jaya/ genting skyway thz

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: